Mengubah Limbah Plastik Menjadi Berkah: Inovasi Ekonomi Kreatif FIB Unpad di Desa Cijambu

SUMEDANG – Masalah limbah plastik masih menjadi tantangan lingkungan utama di berbagai wilayah. Mengubah sudut pandang masyarakat terhadap sampah—dari sekadar limbah yang tak terpakai menjadi sumber peluang—tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Unpad Berdampak dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad) meluncurkan sebuah inisiatif berbasis pemberdayaan masyarakat di Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Dipimpin oleh Dr. Lina Meilinawati Rahayu, M.Hum., tim dosen FIB Unpad berkolaborasi dengan The BIYA Project menggelar lokakarya bertajuk “Dari Sampah Menjadi Berkah: Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Masyarakat”. Kegiatan yang diikuti oleh 30 anggota PKK Desa Cijambu ini memadukan sosialisasi, demonstrasi, hingga praktik langsung mengolah kantong plastik bekas menjadi berbagai produk kreatif bernilai estetis dan ekonomis.


Mendorong Keberlanjutan melalui Tiga Pilar SDGs

Program ini tidak hanya berfokus pada pelatihan keterampilan praktis, tetapi juga secara langsung mendukung pencapaian beberapa target pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals).

1. Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (SDG 5: Gender Equality)

Melalui keterlibatan aktif para ibu PKK, kegiatan ini membuka ruang bagi perempuan pedesaan untuk meningkatkan kapasitas diri dan kemandirian finansial. Produk kerajinan olahan plastik yang dihasilkan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan (home industry), sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga secara inklusif.

2. Penanganan Perubahan Iklim & Konsumsi Berkelanjutan (SDG 13: Climate Action & SDG 12: Responsible Consumption and Production)

Daur ulang kantong plastik bekas secara langsung membantu mengurangi volume sampah sintetis yang sulit terurai di lingkungan. Dengan mengadopsi prinsip zero waste dan ekonomi sirkular, masyarakat diajak menerapkan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan serta meminimalkan jejak karbon di tingkat lokal.

3. Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (SDG 17: Partnerships for the Goals)

Kolaborasi antara akademisi (FIB Unpad), sektor kreatif (BIYA Project), pemerintah lokal (Pemerintah Desa Cijambu), dan komunitas warga menjadi bukti nyata pentingnya sinergi lintas sektor dalam menciptakan aksi nyata bagi pembangunan berkelanjutan.


Langkah Kecil untuk Perubahan Besar

Melalui lokakarya ini, pengelolaan limbah plastik tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai awal dari inovasi ekonomi dan kelestarian lingkungan. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat dengan prinsip-prinsip keberlanjutan global.

Bagikan berita ini