Berita

Berita

Pusbah FIB Unpad Jelajah Pulau Sumatra

Sabtu (20-12-2014) setelah menyelesaikan pelaksanaan mata uji Bahasa Inggris dalam seleksi pegawai BJB 14 Desember lalu Pusat Bahasa Fakultas Ilmu Budaya Unpad (PusbahFIB Unpad )langsung terbang ke Pulau Sumatra guna memenuhi permintaan pelaksanaan penyelenggaraan English Language Test (ELT) dari Universitas  Karimun  Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau. Pihak Universitas Karimun meminta PusbahFIB Unpad melakukan ELT di tempanya guna memperkenalkan para dosen dan mahasiswa dengan format uji kebahasaan. Kondisi tersebut salah satunya disebabkan dengan tidak adanya fakultas bahasa (budaya / sastra) di Unversitas Karimun.    Di Universitas yang membutuhkan waktu tempuh sekitar 1 jam dari Batam ini jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ELT pada hari pertama (Rabu, 17/12) sekitar 150 orang yang terdiri dari mahasiswa dan dosen. Sementara menurut koordinator layanan Bahasa Inggris Pusbah FIB Unpad Rasus Budhyono, M.Hum dalam pembicaraan awal, pihak Universitas Karimun meminta Pusbah FIB Unpad menyipakan ELT untuk  500 orang. Oleh karena itu untuk menangani permintaan dari Universitas Karimun Pusbah FIB Unpad menerjunkan 3 orang dosen Prodi Bahasa dan Sastra Inggris personel yang terdiri dari Tisna Prabasmoro, M.A., Bima Bayusena, M.Hum., dan Kasno Pamungkas, M.Hum., Serta seorang tenaga adminsitrasi Aan Muchrohin dan dipimpin langsung oleh koordinator layanan Bahasa Inggris.   Selain pelaksanaan ELT TIM Pubah FIB Unpad juga telah menjajaki kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Karimun yang hasilnya pada  Jumat malam (19/12) dilaksanakan penandatangan MoU dengan Pemerintah Kabupaten Karimun dan dari Univeristas Padjadjaran akan dihadri oleh Wakil Rektor III Dr.Med Setiawan, dr. Dalam Facebook pribadinya Setiawan mengajak seluruh sivitas akademika FIB Unpad untuk lebih produktif lagi. Adannya MoU ini menurut Rasus  akan membuka banyak peluang bagi FIB Unpad  Meskipun di Universitas Karimun tidak terdapat Fakultas Ilmu Budaya ataupun Fakultas Sastra namun Masih banyakhal yang bisa dimanfaatkan dari slah satu kabupaten di Sumatra ini. Dengan fokus keilmuan dalam bidang Bahasa, Sastra, Budaya, dan Sejarah Rasus yakin FIB Unpad dapat menjalin berbagai kerjasama dengan salah satu daerah kepulauan ini.     Setelah melaksanakan tugas akhirnya Penjelajahan tim Pusbah FIB Unpad di Pulau Andalas ini berakhir 20 Desember 2014. (rat/rasus)  

Berita

RUSIA SAHABAT LAMA DI ERA BARU

Rabu (10-12-2014) di tengah kegelapan informasi tentang negara yang berada di Utara dunia ini, Prodi Bahasa dan Sastra Rusia menggelar Seminar Nasional “Kerja Sama Rusia-Indonesia dan Prospeknya untuk Indonesia”. Seminar yang  terselenggara atas kerja sama Prodi. Bahasa dan Sastra Rusia dengan Direktorat Eropa Tengah dan Timur Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia berlangsung di Aula PSBJ FIB Unpad.             Sebelum kegiatan seminar dimulai Wakil Dekan I FIB Unpad Dr. Mumuh Muchsin Zakaria, M.Hum.  dalam sambutannya menyatakan bahwa FIB sangat mengapresiasi adanya kegiatan tersebut dan selain itu FIB juga mengharapkan adanya masukan dari steakholder (salah satunya Direktorat Eropa Tengah dan Timur Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia) sebagai pengguna lulusan untuk memberi masukan bagi  kurikulum yang akan diajarkan kepada mahasiswa khususnya mahasiswa Prodi. Bahasa dan Sastra Rusia. Semantara Wakil Rektor III Dr. med. Setiawan mengungkapkan agar kegiatan ini tidak berakhir hanya pada tataran seminar tetapi dapat ditindaklanjuti dengan kerja sama lainnya sehingga FIB yang sering berkegiatan Out Of  The box bisa lebih maju lagi. Harapan dari Warek III Unpad langsung mendapat respon positif dari Plt. Direktur Direktorat Eropa Tengah dan Timur Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia Ibnu Hadi yang menyatakan bahawa pihaknya senantiasa berkomunikasi dengan pihak Rusia untuk bisa menambah kuota beasiswa untuk mahasiswa Indonesia . Selain itu pihaknya juga bersedia menjadi jembatan penghubung antara Unpad dengan universitas-universitas yang ada di Rusia khusnya dan Eropa Tengah dan Timur pada umumnya. Jembatan penghubung ini sangat penting mengingat jika pihak Indonesia ingin menjajaki kerja sama dengan Rusia biaya yang harus dikeluarkan cukup besar karena jauhnya jarak antara Indonesia dan Rusia. Selain menyampaikan sambutan Ibnu Hadi juga memaparkan informasi terkini hubungan Indonesia Rusia.    Memasuki sesi seminar para narasumber yang pandu oleh Ladinata M.A. (Dosen Prodi. Bahasa dan Sastra Rusia) memaparkan materinya di hadapat lebih dari 300 orang peserta dari berbagai fakultas dan universitas di Bandung Raya. Andaru Dhaniswara memaparkan materi mengenai kerjasama Indonesia – Kawasan Eropa Tengah dan Timur dan Prospeknya bagi Indonesia. Dalam paparannya Andaru mengungkapkan bahwa negara-negara di kawasan Eropa Tengah dan Timur merupakan pasar potensial bagi Indonesia. Selain itu keunggulan-keunggulan dalam bidang olah raga dan pendidikan juga dapat menjadi lahan kerja sama untuk memajukan indonesia. Pembicara kedua Enjay Diana memaparkan tentang kerja sama Indonesia – Rusia dan prospeknya bagi indonesia yang di antaranya mengungkap bahwa Indonesia sudah dikenal sejak dulu oleh bangsa Rusia salah satunya dengan adanya seorang antropolog Rusia Nicholai Miklukho-Maklai yang melakukan penelitian di Papua. Pembicara yang sebelas tahun tinggal di Rusia ini juga mejelaskan  bagaimana  eratnya hubungan Indonesia dan Rusia pada masa Orde Lama, Orde baru, dan Reformasi  melalui sebuah tayangan video. Namun Enjay juga menyampaikan bahwa mahasiswa yang belajar di Rusia saat ini jumlahnya kurang dari 300 orang dan jauh menurun bila dibandingkan 37 tahun lalu. Hal ini salah satunya disebabkan dari kurang intensnya hubungan antara Indonesia dan Rusia pada masa Orde baru. Semantara pembicara terakhir M. Aji Surya fakta-fakta dalam paparannya membuat peserta seminar terhenyak. Rusia yang selama ini dicitrakan sebagai negara komunis ternyata memiliki jumlah penduduk muslim yang cukup banyak. Melalui makalahnya yang berjudul kerja sama Rusia – Indonesia dari perspektif religi Aji berhipotesis di tahun 2050 jumlah penduduk beragama muslim di Rusia akan mencapai separuh dari warga Rusia. Menariknya paparan dari narasumber menyebabkan tingginya apresiasi dari para peserta di antaranya melaui berbagai pertanyaan yang mereka ajukan. Namun karena terbatasnya waktu moderator harus menutup seminar nasional tersebut pada pukul 13.00. WIB. (rat/JHS)    

Berita

Mahasiswa Apresiasi Seminar Internasional Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Arab Malaysia-Indonesia

Senin (8-12-2014) Seminar Internasional yang bertemakan “Ke arah Kecemerlangan Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Arab Malaysia-Indonesia” di gelar di FIB Unpad. Seminar yang berlangsung di lt. 3 Gedung A FIB Unpad ini menghadirkan empat pembicara utama. Yaitu: Prof. Dr. H. I. Syarief Hidayat (FIB Unpad), Prof. Dr. Tajudin Nur (FIB Unpad), Prof. Madya. Dr. Zamri Arifin (Universiti Kebangsaan Malaysia) dan Prof. Madya. Dr. Hj. Salmah bin Ahmad (Universiti Kebangsaan Malaysia) Al Adin Utsman (Sudan). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Dekan FIB Unpad Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., Ph.D. mendapat apresiasi dari mahasiswa FIB Unpad khususnya dari Program Studi Bahasa dan Sastra Arab. Apresiasi tersebut salah satunya terlihat dari penuhnya ruangan yang berkapasitas sekitar 75 orang tersebut. Bahkan beberapa mahasiswa lainnya terpaksa harus berdiri di bagian belakang ruangan.          Pada pelaksanaannya seminar yang di motori oleh Prodi Bahasa dan Sastra Arab ini dibagi menajdi 3 ruangan.  Adapun makalah yang diseminarkan adalah Perubahan Paradigma Konten Mata Kuliah Kaligrafi Di FIB Unpad, Kaedah Pengajaran kursus terjemahan Arab Melayu di JPATI Malaysia, Tahap Pengetahuan Awal Tentang Ilmu Istiqaq Dalam Kalangan Pelajar Siswazah FPI (Fakulti Pengajian Islam) dan Al-Alaqatu baina tadrisil lughatil Arabiyyati wal igtishodiyyati. Sementara untuk menyegarkan suasana akademik ini panitia juga menampilkan beberapa kesenian yang dipersembahkan oleh HIMASA FIB Unpad. Seminar yang berlangsung hingga pukul 15.30 ini juga dihadiri oleh Dosen-Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Arab juga beberapa tamu undangan. (rat/JHS)

Berita

Seminar dan Diskusi “Kehamilan: Perspektif Medis dan Kajian Budaya”

Kehamilan terjadi pada tubuh perempuan dan dengan demikian perempuan memang adalah subjek yang bukan saja mengalami proses kehamilan secara langsung melainkan juga sebagai ‘objek’ dari berbagai wacana yang melingkupi kehamilan, seksualitas dan tubuh perempuan. Dengan demikian, dapat dipikirkan bahwa kehamilan adalah peristiwa publik. Satu-satunya peristiwa pribadi dalam suatu kehamilan adalah bahwa janin tumbuh di suatu tubuh subjek perempuan. Bahkan karena visibilitasnya, subjek hamil sesungguhnya tidak dapat menyembunyikan proses di dalam tubuhnya itu. Dengan demikian, kehamilan sangat berpotensi menjadi ruang ketika semua orang merasa dapat berpartisipasi dan mempunyai hak atas kehamilan itu. Kehamilan memublikkan subjek hamil. Persoalan lain dalam wacana feminis atas kehamilan adalah apa yang disebut sebagaiFetus personhood. Wacana ini menjadi persoalan bagi banyak feminis karena menciptakan peminggiran perempuan dan tubuhnya seolah-olah tubuh perempuan hanyalah tabung bagi pertumbuhan janin. Fetus personhood memisahkan perempuan dari dirinya sebagai subjek yang bertubuh. Dalam banyak hal, perempuan hamil menjadi milik publik, termasuk tubuhnya dan cara ia menubuhi kehamilannya. Perempuan hamil lebih dikonstruksi untuk tampil sebagai alat reproduksi yang aseksual. Kontrol sosial kultural terhadap perempuan hamil seperti yang telah saya gambarkan semakin menegaskan perempuan dengan fungsi reproduksinya sebagai “the prey of the species” sebagaimana diungkapkan Simone de Beauvoir dalam buku klasiknya, The Second Sex. Oleh karena itu  dalam rangka 16 hari Aktivisme dan Kampanye Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan, Departemen Susastra dan Kajian Budaya bekerjasama dengan Forum Dialog Sarjana Indonesia menyelenggarakan Seminar dan Diskusi KEHAMILAN: PERSPEKTIF MEDIS DAN KAJIAN BUDAYA. Hari/Tanggal     : Selasa, 09 Desember 2014 Waktu            : 13.00 – 15.00 WIB Pembicara        : Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D. (Ketua Departemen Susastra dan Kajian Budaya FIB Unpad) Mitra Kadarsih, S.ST. (Dosen Akademi Kebidanan Bhakti Mitra Husada dan Anggota FORDISI Jakarta) Tempat           : Aula Gedung D lantai 3 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Jl. Raya Bandung-Sumedang Km 21 Jatinangor, Sumedang (rat/Realese Dep. Susastra dan Kajian Budaya)

Berita

Seminar Serantau Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Arab 2014 Malaysia-Indonesia

Program studi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Jabatan Pengajian Arab dan Tamadun Islam Fakulti Pengajian Islam Universiti Kebangsaan Malaysia mengadakan Seminar Internasional yang bertemakan “Ke arah Kecemerlangan Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa dan Sastra Arab Malaysia-Indonesia”. Seminar ini berlangsung pada tanggal 8 Desember 2014 mulai pukul 08.00 s.d 16.00 WIB. bertempat di Ruang Sidang besar gedung Dekanat lantai 3 FIB Unpad. Peserta yang hadir pada seminar ini adalah Dosen dan Mahasiswa yang berasal dari Indonesia, Malaysia dan Sudan. Acara seminar ini menghadirkan empat pembicara utama. Yaitu: Prof. Dr. H. I. Syarief Hidayat (FIB Unpad), Prof. Dr. Tajudin Nur (FIB Unpad), Prof. Madya. Dr. Zamri Arifin (Universiti Kebangsaan Malaysia) dan Prof. Madya. Dr. Hj. Salmah bin Ahmad (Universiti Kebangsaan Malaysia) Al Adin Utsman (Sudan). Di antara makalah yang akan disampaikan berjudul: Perubahan Paradigma Konten Mata Kuliah Kaligrafi Di FIB Unpad, Kaedah Pengajaran kursus terjemahan Arab Melayu di JPATI Malaysia, Tahap Pengetahuan Awal Tentang Ilmu Istiqaq Dalam Kalangan Pelajar Siswazah FPI (Fakulti Pengajian Islam) dan Al-Alaqatu baina tadrisil lughatil Arabiyyati wal igtishodiyyati. Seminar pengajaran dan pembelajaran ini merupakan media kerjasama antara Univerasitas Padjadjaran dan Universiti Kebangsaan Malaysia untuk memastikan perkembangan ilmu pengetahuan dalam bidang bahasa dan sastra Arab di Indonesia dan Malaysia. (rat/Realese Prodi Arab)

Berita

Pusat Bahasa FIB Unpad Merambah Sekolah Staf TNI Angkatan Darat (Seskoad) Bandung

Sabtu (29-11-2014) Pusat Bahasa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (Pusba FIB Unpad) melaksanakan ujian tes kemampuan berbahasa Inggris (ELT) di Sekolah Staf TNI Angkatan Darat Bandung. Kegiatan yang berlangsung atas permintaan dari Markas Besar TNI Angkatan Darat tersebut bertujuan untuk Seleksi Calon Siswa Sesko Luar Negeri Tahun 2015. Menurut Rasus Budhyono, M.Hum.  koordinator layanan Bahasa Inggris Pusbah FIB Unpad, ELT bagi calon siswa Sesko Luar Negeri diberlakukan sebagai salah satu mata uji dalam seleksi tersebut dan dua puluh peserta yang mendapatkan nilai terbaik dari keseluruhan rangkaian tes akan dikirim untuk belajar di luar negeri. Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Inggris ini juga menyampaikan peserta yang ikut dalam kegiatan tesebut sebanyak  415 orang yang dibagi ke dalam tiga sesi ujian mulai pukul 07.30-15.30. Selanjutnya pihak Seskoad meminta agar semua proses pemeriksaan hingga keluarnya nilai dilakukan di tempat (di Seskoad).    Sementara pihak Seskoad menyatakan bahwa ini adalah pertama kalinya Bahasa Inggris menjadi salah satu mata uji untuk seleksi Calon Siswa Sesko Luar Negeri dan sesuai dengan instruksi dari Mabes TNI Pusbah FIB Unpad di tunjuk untuk menyelenggrakan ujian ELT. Selain pihak penyelenggra dari Pusbah FIB hadir pada kegiatan tersebut para petinggi Seskoad di antaranya : Mayjen Jaswandi (Asisten Personel Kasad), Mayjen Sriyanto, Kapten Gede Agus dan Mayor Sri.  Bahkan Mayjen Jaswandi  menyempatkan diri untuk masuk ruang ujian dan ikut mengawas  hampir satu sesi penuh.       Kesempatan untuk dapat mengakses Sekolah Staf TNI Angkatan Darat juga di apresiasi oleh Kepala Pusbah FIB Unpad Hj. Elly Sutawikara, M.Hum.  dan Bima Bayusena, M.Hum. (Pejabat Sementara Pusat Kerja Sama FIB) untuk hadir dan menjajagi kemungkinan kerja sama lebih lanjut dengan Seskoad. Dari pertemuan tersebut terungkap bahwa  Seskoad sudah menjalin  MoU dengan Universitas Padjadjran di antaranya  mengenai kemungkinan pembukaan program studi kajian pertahanan di Unpad. Dengan sudah adanya Mou Tersebut pihak Pusbah berharap dapat dikembangkan juga kerja samanya dengan Fakultas Ilmu Budaya. Di hari yang sama  Pusbah FIB Unpad  juga melaksanakan ujian bahasa Inggris untuk lebih dari 300 orang yang mengikuti SMUP Program Pendidikan Dokter Spesialis di Jl. Eijkman. Selain menangani interen Unpad Pusbah FIB juga telah bekerja sama dengan dengan BPIP (Fakultas Psikologi Unpad) untuk menyeleksi calon pegawai BRI di seluruh Indonesia,   MGM untuk melaksanakan ujian Bahasa Inggris guna keperluan seleksi calon karyawan Bank Jabar dan dalam waktu dekat juga akan melaksanakan kegiatan yang sama  di Universitas Karimun (Batam). Selanjutnya bagi pihak yang memerlukan layanan ELT, silakan menghubungi Pusat Bahasa lewat telepon +62 66 2516693 atau +62 22 7790215, atau lewat surel ke alamat [email protected]. (rat/JHS)

Berita

Prodi Bahasa dan Sastra Rusia FIB Unpad Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Teknik Irkutsh Siberia

Selasa (2-12-2014) Fakultas Ilmu Budaya kembali di kunjungi pengajar dari Luar Negeri, kali ini dari Universitas Teknik Irkutsh Siberia. Universitas penghasil pesawat Sukoi tersebut memberi kuliah umum kepada mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Rusia FIB Unpad mengenai upgrading  Bahasa Rusia. Dalam kuliah umumnya Ludmila Gavrilovna Korchagina dan Ekaterina Evqenievna Sherbakova menerangkan mengenai metode pengajaran Bahasa Rusia kepada penutur asing (penutur bahasa Indonesia). Para narasumber menerangkan bahwa perubahan pola pikir atau cara pandang terhadap stuktur bahasa perlu dilakukan oleh mereka yang ingin mempelajari bahasa Rusia. Hal ini dikarenakan bahasa Rusia memiliki rumpun yang berbeda dengan bahasa Indonesia. Sebagai contoh dalam bahasa Rusia dikenal adanya kasus yang menentukan fungsi kata dalam sebuah kalimat yang berbeda dengan struktur kalimat dalam bahasa Indonesia.         Selama kuliah umum berlangsung para mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Rusia FIB Unpad sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Bahkan Ludmila Gavrilovna Korchagina dan Ekaterina Evqenievna Sherbakova sangat takjub dengan penguasaan bahasa Rusia dari para mahasiswa Prodi Bahasa dan Sastra Rusia FIB Unpad. Kemampuan berbahasa Rusia ini diperlihatkan oleh para mahasiswa kepada tamu dari Siberia ini di antaranya melalui tanya jawab interaktif selama kegiatan kuliah umum tersebut.   Kegiatan yang berlangsung lebih dari 2 jam ini bermuara pada penjajakan kerjasama antara Prodi Bahasa dan Sastra Rusia FIB Unpad dan Universitas Teknik Irkutsh Siberia. Koorprodi Bahasa dan Sastra Rusia FIB Unpad Supian, M.A. yang ditemui setelah kegiatan menyatakan bahwa kesempatan ini sangat baik baik bagi FIB maupun Universitas Padjadjaran. Koorprodi lulusan Rusia ini juga mengungkapkan selain berkaitan dengan bahasa dan sastra Rusia, Siberia merupakan sebuah negara yang menjadi pusat teknologi khususnya pesawat terbang juga memiliki keunikan alam seperti  danau Baikal yang merupakan salah satu danau terbesar di dunia. Supian berharap pihak Fakultas dan Universitas dapat mendukung hingga terjalinnya kerjasama di antara dua Universitas ini. (rat/JHS)

Berita

PENJAJAKAN KERJA SAMA ANTARA MUSEUM KONFRENSI ASIA AFRIKA DENGAN PRODI. BAHASA DAN SASTRA PRANCIS FIB UNPAD

(sumber gambar: catatancalonwartawan.wordpress.com) Kamis (27/11/2014) Konferensi Asia Afrika (KAA) yang diselenggrakan pada 18 – 24 April 1955 di Bandung merupakan peristiwa sangat bersejarah dalam politik luar negeri Indonesia dan peristiwa besar bagi bangsa Indonesia. Konferensi yang berlangsung 59 tahun silam ini melahirkan Dasasila Bandung yang kemudian menjadi pedoman bangsa-bangsa terjajah di dunia dalam perjuangan memperoleh kemerdekaannya yang kemudian menjadi prinsip dasar dalam upaya memajukan perdamaian dan kerja sama dunia. Kini semangat KAA tersebut masih tertanam di Gedung Merdeka Bandung yang dikenal juga sebagai Museum Konferensi Asia Afrika (MKAA). Dengan semangat untuk melestarikan dan menanamkan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam KAA serta mengaplikasikan salah satu bahasa resmi dalam KAA (Bahasa Prancis) Prodi. Bahasa dan Sastra Prancis FIB Unpad menjajaki kerja sama dengan MKAA. Penjajakan kerja sama ini selain di latar belakangi oleh hal-hal yang telah disebutkan juga terdorong dengan adanya partisipasi aktif alumni dan mahasiswa Prodi. Bahasa dan Sastra Perancis di museum yang terletak di jantung Kota Bandung tersebut. Menurut saah satu Sahabat MKAAyang juga Dosen Prodi. Bahasa dan Sastra Prancis FIB Unpad Visarah Novicca Afridiani, S.S. aktivitas para alumni dan mahasiswa Prodi. Bahasa dan Sastra Prancis FIB Unpad diimulai sejak tahun 2012 dan kini jumlahnya sudah lebih dari 15 orang. Bahkan Visarah menyebutkan ada beberapa sahabat MKAA yang berhasil mendapatkan beasiswa ke luar negeri salah satunya atas rekomendasi dari MKAA. Wakil Dekan I FIB Unpad Dr. Mumuh Muhsin Z, M.Hum. yang membuka acara dalam sambutannya sangat menyambut baik terselenggaranya kerja sama ini. Hal ini selain akan memperluas jejaring FIB Unpad juga akan menjadi masukan yang berharga untuk pembaharuan kurikulum (khususnya di Prodi. Bahasa dan Sastra Prancis) agar sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sementara Koordinator Prodi. Bahasa dan Sastra Prancis Tania Intan, M.Hum. mengapresiasi hal ini dengan merancang beberapa kegiatan yang nantinya akan dikerjasamakan dengan MKAA. Senada dengan hal tersebut Kepala MKAA Thomas Siregar juga mengapresiasi akan adanya kerja sama antara MKAA dengan Prodi. Bahasa dan sastra Prancis FIB Unpad dengan memaparkan berbagai fasilitas yang bisa dimanfaatkan pada pelaksanaan kerja sama nanti. Salah satunya Thomas menjelaskan adanya Klub Magribi yang menjadi sebuah wadah bagi masyarakat yang ingin belajar bahasa dan budaya Prancis di MKAA. Selan itu Kepala MKAA juga berkoordinasi dengan Humas MKAA Desmond Andrian agar dibentuk tim kecil guna membahas point-point yang akan dijadikan draf kerja sama antara Prodi. Bahasa dan sastra Prancis FIB Unpad dengan MKAA. Pertemuan yang berlangsung dengan suasana penuh keakraban ini juga dihadiri oleh dosen-dosen Prodi. Bahasa dan Sastra Prancis, Ka. Humas FIB Unpad dan perwakilan dari Sahabat Museum Konfrensi Asia Afrika. (rat/ JHS)  

Scroll to Top