Berita

Berita, Kegiatan

Pekan Bahasa dan Kebudayaan Jepang ke 45 (Bandung Nihongo Nihon Bunkasai 45)

Jumat, 28 Juni 2019. Dekan FIB Unpad Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D. membuka secara resmi penyelenggaraan Pekan Bahasa dan Kebudayaan Jepang ke 45 (Bandung Nihongo Nihon Bunkasai 45) yang diselenggarakan oleh Program Studi Sastra Jepang FIB Unpad, acara tahunan kali ini selain diisi dengan berbagai lomba seperti Speech, Kanji, Kana, Sakubun, Choukai, Karaoke, juga dimeriahkan oleh penampilan kesenian mahasiswa sastra Jepang Unpad, dan juga dari beberapa lembaga; UPI, Unitama, STIBA Invada, Unikom, UKM, STBA Yappari, Pasim. Selain itu, acara dimeriahkan pula dengan diadakannya Eksibisi dari beberapa club sastra Jepang Unpad seperti Origami, Manga, Drama Henshin, Maid cafe, Kendo, Cha no Yu (Upacara minum teh ala Jepang), dan Rakugo. Pekan Bahasa dan Kebudayaan Jepang ke 45 terselenggara atas kerja sama Unpad, UPI, STBA Yapari, UK Maranatha, Unikom, Unitama, Unas Pasim, STIBA Invada, Kyoto Minsai, The Japan Foundation, Persada Jabar, JLMC, dan Northern Light Education. Pertunjukan Rakugo pada Bunkasai ke 45 ini, merupakan Pertunjukan rakugo pertama kali di Indonesia yang dibawakan oleh mahasiswa Indonesia. Club Rakugo Sastra Jepang Unpad sendiri baru didirikan pada awal tahun 2019, dengan bimbingan dosen prodi sastra Jepang, Pika Yestia Ginanjar. “Rakugo” adalah seni bercerita dari Jepang. Cerita klasik. Rakugo bermuatan humoris, mengarukan, atau mengejutkan. Jugemu Awal Jugemu diawali dengan seorang ayah yang baru saja anaknya lahir. Ia ingin memberi anak itu, namun mengingat bahwa nama adalah doa, ia pergi ke kuil untuk berkonsultasi pada biksu, Si Ayah ingin anaknya memiliki nama yang mengandung doa agar anaknya bisa berumur panjang. Sang biksu pun meberikan beberapa pilihan nama. Ketika si Ayah selesai mendapatkan daftar namanya, ia kebingungan. Menurutnya, semua pilihannya bagus. Pada akhirnya, ia memutuskan untuk menggunakan semuannya. Alhasil, anaknya jadi punya nama yang panjang. Orang-orang di sekitarnya jadi ikut ribet ketika harus mengucapkan nama lengkapnya yang panjang itu. Suatu hari, Jugemu berkelahi, memukul kepala seorang anak lain sampai kepalanya benjol. Anak itupun mengadu ke orang tua Jugemu, namun ia dianggap berbohong oleh orang tua Jugemu karena kepalanya tidak ada yang benjol… karena mereka semua terlalu makan waktu menyebut nama Jugemu, benjolnya keburu mengempes…

Berita

UNPAD RAIH PERINGKAT KE-6 NASIONAL PADA QS WUR 2020

[unpad.ac.id, 19/6/2019] Lembaga pemeringkatan QS merilis data pemeringkatan “QS World University Rankings (WUR) 2020” pada Rabu (19/6). Universitas Padjadjaran meraih peringkat di rentang 751 – 800. Metodologi penilaian QS WUR 2020 tetap merujuk pada sejumlah indikator, antara lain: academic reputation (40%), employer reputation (10%), faculty student (20%), citations per faculty (20%), international faculty (5%), dan international students (5%). Unpad meraih poin tertinggi pada indikator faculty student. Pada indikator ini, Unpad menduduki peringkat 366 di tingkat global. Sementara poin yang harus diperkuat dari 6 indikator tersebut adalah internasionalisasi yang meliputi academic dan employer peer review yang memiliki porsi besar, disamping international faculty dan international students juga memerlukan peningkatan (saat ini masih menduduki peringkat 601+). Kepala Kantor Internasional Unpad dr. Ronny, M.Kes., AIFO, PhD., menjelaskan, secara keseluruhan, capaian kumulatif Unpad memang belum sebaik tahun 2018. Alhasil, pada tahun ini, peringkat Unpad mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun lalu. Sisi internasionalisasi merupakan sisi yang terdampak dari adanya perubahan data Unpad pada QS. Kriteria yang paling terdampak ada pada faculty ratio, serta jumlah mahasiswa asing yang mengalami penurunan dalam melanjutkan studi di Unpad. Ronny menjelaskan, Unpad terus melakukan penguatan dari sisi kebijakan tata kelola data di bawah koordinasi Wakil Rektor bidang Tata Kelola, Perencanaan, dan Sistem Informasi. Usaha yang dilakukan adalah dengan mendorong jejaring komunikasi dengan international peers, yaitu universitas rekanan, komunitas bisnis dan stakeholders lain. Yang dilakukan diantaranya adalah menghidupkan kembali kerja sama (MoU) dengan institusi asing yang sebelumnya tidak aktif atau tidak ada kegiatan, hingga inisisai kebijakan pembukaan program double degree serta kelas internasional pada program S1, S2, dan S3. Terkait internasionalisasi tersebut, kesiapan program studi dalam menyambut mahasiswa asing akan sangat penting perannya, karena prodi yang nantinya menentukan seberapa banyak jumlah mahasiswa asing yang dapat ditampung. Di sisi lain, dukungan sarana prasarana yang memadai juga menentukan kemampuan Unpad dalam menerima mahasiswa asing. Saat ini, lanjut Ronny, Unpad memiliki kekuatan internasionalisasi yang sudah berjalan pada program pembelajaran bahasa Indonesia di BIPA. Kerja sama yang dilakukan juga sudah berjalan baik dengan sejumlah institusi di Asia Tenggara dan Asia lainnya. Hanya saja, upaya yang lebih masif harus terus dilakukan. “Kita sudah mulai berlari lebih cepat. Akan tetapi, yang universitas lain berlari lebih kencang lagi, sehingga kita perlu lebih giat mempersiapkan kinerja universitas dengan lebih baik lagi. Satu hal yang jangan sampai dilupakan, sisi internasionalisasi ini harus dikerjakan juga tanpa melupakan kualitas pendidikan dan pelayanan terbaik bagi mahasiswa dalam negeri,” kata Ronny. Pendapat lain disampaikan Prof. Badri Munir Sukoco, SE., MBA., Ph.D, anggota tim gugus tugas World Class University Kemenristekdikti, menyoroti pentingnya peran individual para akademisi. Selain aspek internasionalisasi, peran reputasi individu dari akademisi Universitas untuk dapat meningkatkan reputasi akademik di level internasional, menjadi hal yang sangat penting untuk mendongkrak indikator academic reputation dari Universitas. “Perlu kesadaran dari para individu-individu akademik di Universitas mengenai pentingnya memiliki posisi yang diakui pada komunitas internasional dalam bidang kepakarannya masing-masing,” jelas Badri. Badri memberikan ilustrasi, jika seorang dosen memiliki posisi sebagai seorang ketua asosiasi keilmuan tertentu di level internasional, maka hal tersebut akan berkontribusi terhadap pengakuan reputasi akademik institusi secara keseluruhan. Selain itu, Badri juga menjelaskan pentingnya sejumlah program unggulan bertaraf internasional seperti international conference dan riset kerja sama yang melibatkan komunitas akademik internasional untuk mendorong reputasi akademik yang menjadi salah satu kriteria QS WUR. Pelaksana Tugas Rektor Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti, M. SIE., mengapresiasi seluruh civitas yang telah berkontribusi pada peraihan Unpad dalam perangkingan QS WUR 2020. Walaupun peringkat Unpad disesuaikan, namun masih masuk enam universitas teratas di Indonesia. Rina juga menyampaikan bahwa jumlah publikasi internasional yang terus meningkat menjadi modal kuat untuk meningkatkan kemaslahatan dan kontribusi membangun bangsa sekaligus internasionalisasi Unpad. “Penurunan peringkat Unpad memesankan bahwa kita harus bekerja lebih keras lagi dalam membangun reputasi dan kinerja akademik Unpad seperti yang dilakukan universitas lain yang merupakan peers Unpad,” pesan Rina. Rina juga mengutarakan bahwa indikator faculty student Unpad yang tinggi harusnya membuahkan tekad untuk menjamin keunggulan lulusan agar mampu terserap di dunia kerja. Hal ini selanjutnya diyakini akan mengungkit kepercayaan dan meningkatkan jumlah mitra Unpad di tingkat domestik dan internasional. “Saya bersama para wakil rektor dan dekan, sedang merencanakan untuk menguatkan mutu program studi agar berstandar internasional, berkolaborasi dengan mitra internasional. Hal ini dapat meningkatkan reputasi akademik dosen dan mahasiswa, yang secara langsung akan menjadi daya tarik bagi akademisi dan mahasiswa internasional agar mau datang ke Unpad,” pungkas Rina. * Laporan oleh Arief Maulana dan Syauqy Lukman/mar

Berita, Kegiatan

Halalbihalal Idul Fitri 1440H Bersama FIB, FISIP & FIKOM

Senin 17 Juni 2019. Fakultas Ilmu Budaya, Fakultas Ilmu Komunikasi, dan Fakultas Ilmu Sosial Politik Universitas Padjadjaran menyelenggarakan acara Halalbihalal Idulfitri 1440 Hijriah bersama di Halaman Parkir Dekanat FIB Unpad Kampus Jatinangor (17/6/2019). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pimpinan, Guru Besar, dosen, tenaga kependidikan, mitra, dan tamu undangan lainnya.Halalbihalal dimeriahkan dengan penampilan Syam Bimbo. Melalui lagu-lagu religius diharapkan hadirin dapat meningkatkan ketaqwaan; “Lebah dieu urang ngaderes kawih panggeuing, nyungsi harti ngala berkah, sangkan teu leungiteun Gusti” acara Halal Bihalal keluarga besar tiga Fakultas di Universitas Padjadjaran yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Budaya dan Fakultas Ilmu Komunikasi. Acara Halal Bihalal ini dihadiri Wakil Rektor I Universitas Padjadjaran Dr. Arry Bainus, M.A., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Dr. R. Widya Setiabudhi Sumadinta, M.T., M.Si(Han).,Dekan Fakultas Imu Budaya Drs. Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., Ph.D., Dekan Fakultas Ilmu Komunikasi Dr. Dadang Rahmat Hidayat, SH., S.Sos., MSi, beserta jajaran Pimpinan, Tenaga Kependidikan FISIP, FIB , FIKOM Dalam acara ini ketiga Dekan Fakultas memberikan sambutan yang diwakili oleh Dekan FIB Unpad Bapak Drs. Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., Ph.D., “kegiatan ini digelar untuk mempererat silaturahmi antara civitas akademi di Universitas Padjadjaran, dan kegiatan acara Halal Bihalal dilaksanakan berbarengan antara tiga Fakultas, FISIP, FIKOM dan FIB. Hal ini merupakan hal yang sangat baik karena kita sudah tidak harus berbicara Fakultas mana tapi kita ini satu Universitas Padjadjaran. Diharapkan terjalin kerjasama yang baik baik antara dosen ataupun tenaga kependidikannya dari semua Fakultas di Universitas Padjadjaran.Acara tersebut di isi oleh Syair dan SYiar dari Musisi Legendaris Indonesia Sam Bimbo,. Sam Bimbo menyanyikan beberapa lagu hits BIMBO pada masanya. Hadirin yang datang sangat terhibur dan ikut menyanyi bersama pada acara yang berlangsung meriah tersebut. Selain itu ada juga penampilan dari Paduan Suara Religi Tendik FISIP Unpad. Acara diakhiri dengan pembagian doorprize yang dipersembahkan BRI (Bank Rakyat Indonesia) dan diakhir dengan makan bersama seluruh civitas dari ketiga Fakultas tersebut.  Galeri foto lihat tautan di bawah https://photos.app.goo.gl/DkHjpvSmoEe7Patj9

Berita

Fakultas Ilmu Budaya Unpad tandatangani MoA kerja sama dengan Korean Institute for Education KIEC

Kamis, 21 Maret 2018. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad) tandatangani MoA kerja sama dengan Korean Institute for Education (KIEC) and Culture dalam rangka mendukung pembukaan Program Studi baru jenjang Sarjana Terapan (D4) di FIB Unpad, yaitu Program Studi Bahasa dan Budaya Korea. Penandatangan oleh Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D. selaku Dekan FIB Unpad didampingi Taufik Ampera M.Hum. Manajer Riset, PPM, Inovasi dan Kerjasama, dan oleh Musyarafah Machmud, M.A., Founder & Managing Director dari KIEC (Korean Institute Of Education and Culture) didampingi Mr. Shon June Young, Founder & Director dari KIEC. FGD.Dalam kerja sama ini, KIEC akan memfasilitasi FIB Unpad untuk dapat bekerjasama dengan Perguruan Tinggi di Korea Selatan yang juga memilliki Program Studi Bahasa Korea. Kerja sama ini juga dimaksudkan untuk networking dengan perusahaan-perusahaan Korea Selatan dan juga Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat. Melalui kerja sama ini, FIB Unpad dan KIEC, harapannya dapat memenuhi kebutuhan users (perusahaan-perusahaan di Korea Selatan maupun di Indonesia) akan calon tenaga kerja yg mampu berbahasa Korea dan memiliki pengetahuan budaya baik budaya lokal maupun budaya Korea.(Sus.R/YHs)

Berita

Kuliah Umum dengan Pembicara Profesor Shinaz G Jindani, Guru Besar dari Savannah State University, Amerika Serikat.

Senin,18 Maret 2019. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan Direktorat Riset Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Padjadjaran, menyelenggarakan Kuliah Umum dengan Pembicara Profesor Shinaz G Jindani, Guru Besar dari Savannah State University, Amerika Serikat. Adapun tema yang dipaparkan yaitu “Culture as an Enabler”. Acara ini dipandu oleh Dr. Rosaria Mita Amalia, M.Hum. (Kepala Kantor TSCDC Unpad) turut hadir dalam kegiatan, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Yuyu Yohana Risgarniwa, Ph.D. sekaligus membuka acara secara resmi. Dalam paparannya Prof. Shinaz menyampaikan bahwa perbedaan budaya bukan sebuah hambatan untuk menyampai suatu tujuan. Enabler dalam hal ini dapat diartikan sebagai media atau alat untuk mencapai tujuan tersebut. Pada harmonous society, pluralisme dan multikulturalisme dalam kebudayaan justru merupakan aset bagi suatu bangsa yang dapat memperkuat identitasnya. Intinya yaitu “Be on your own path, don’t change yourself, don’t change your identity, and be proud of it”, tegas Prof. Shinaz. (Sus.R/YHs)

Berita

“Unpad-Go Literate Trip 2019 Ekspedisi Koridor Jabar Selatan”

[unpad.ac.id, 8/3/2019] Universitas Padjadjaran akan menyerahkan 20.000 buku pelajaran ke empat daerah di wilayah Jawa Barat bagian selatan. Penyerahan buku ini merupakan program “Unpad-Go Literate Trip 2019 Ekspedisi Koridor Jabar Selatan” yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Ketua pelaksana Suci Rahayu Safitri mengatakan, program hibah buku ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan susur Jabar selatan yang digelar BEM Kema Fapet Unpad setiap tahunnya. Sebanyak 20.226 eksemplar buku akan dihibahkan kepada sekolah dan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Cipatujah di Kab. Tasik, Karangwangi di Kab. Garut, Cidaun di Kab. Cianjur, dan Ciemas di Kab. Sukabumi. Keseluruhan buku dalam program ini merupakan hibah dari penerbit CV Arya Duta. Kategori buku yang dihibahkan terdiri dari buku pelajaran sekolah dasar dan menengah, serta buku untuk anak-anak PAUD. Suci mengatakan, setiap kabupaten mendapat 5.000 hingga 7.000 buku. “Kami mendapatkan bantuan buku dari CV. Arya Duta itu berkat jaringan dari Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jawa Barat,” ujar Suci saat diwawancarai usai acara serah terima hibah buku yang digelar di Grha Kandaga Unpad, Jatinangor, Jumat (8/3). Acara serah terima hibah buku ini diisi dengan penyerahan buku secara simbolis dari PPGI dan CV. Arya Duta kepada Unpad. Penyerahan dilakukan langsung oleh Direktur CV. Arya Duta Muhammad Taufik dan Ketua PPGI Jawa Barat Dedy Firmansyah kepada Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad, Direktur Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Unpad Dr. Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah, Dekan Fapet Unpad Prof. Dr. Husmy Yurmiati, dan Dekan FIB Unpad Yuyu Yohana Risagrniwa, PhD. Dalam kesempatan itu Rektor menjelaskan, program hibah buku ini merupakan upaya Unpad untuk meningkatkan literasi masyarakat Jawa Barat, khususnya di wilayah selatan. Wilayah ini memiliki disparitas yang menonjol jika dibandingkan dengan wilayah utara Jabar. “Satu sisi perkembangan teknologi literasi sudah luar biasa. Sementara bagian lain punya kemampuan akses literasinya masih belum baik,” kata Rektor. Dorong Lebih Banyak Secara khusus Rektor menyampaikan, program hibah buku semacam ini merupakan salah satu aplikasi dari kewirausahaan sosial (sociopreuneur). Diharapkan, akan banyak mahasiswa yang terlibat dalam program seperti ini. “Mahasiswa (diharapkan) lebih banyak lagi yang terbangun sikap sociopreuneurship-nya. Di aspek literasi dan aspek lain lagi terutama membangun masyarakat desa,” kata Rektor. Sebagai salah satu kekuatan di Jawa Barat, sektor desa memang harus dibangun dengan baik. Rektor mengatakan, peningkatan literasi desa sangat penting dilakukan. Jika dikaitkan dengan program satu desa satu perusahaan, maka perlu disiapkan sumber daya manusia yang kompeten. “Jika human capital-nya tidak kuat, ilmunya tidak kuat, suatu saat mereka hanya akan jadi pekerja,” imbuh Rektor. Rektor pun mengapresiasi program hibah buku yang diinisiasi mahasiswa ini. Ia berpesan agar mahasiswa dapat berkontribusi membangun kemampuan keilmuan di setiap wilayah yang dikunjungi.* Laporan oleh Arief Maulana

Berita

SISWA PUSDIK PENGMILUM TNI AD belajar Bahasa Perancis dan Bahasa Rusia di FIB UNPAD

Rabu, 6 Maret 2019 Siswa Pelatihan Bahasa Prancis dan Bahasa Rusia dari Pusdik Pengmilum Kodiklat TNI AD yang diketuai oleh Letkol Caj (K) Novemi Naimah melakukan kunjungan dan perkuliahan di Fakuktas Ilmu Budaya Unpad. Sebelum melakukan perkuliahan dan diskusi dengan pengurus Hima, siswa pelatihan diterima oleh Dekan Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D. di Ruang Sidang Gedung Dekanat FIB Unpad. Kegiatan ini merupakan implementasi dari Penandatanganan yang dilakukan oleh Komandan Pusdik Pengmilum Kodiklad TNI Angkatan Darat Cimahi, Kolonel Inf Agus Gunawan dan Dekan Fib Unpad Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D. Kontrak Kerja Sama antara PUSDIK PENGMILUM TNI AD dengan FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS PADJADJARAN yang dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2019 yang lalu terkait dengan penyelenggaraan Pendidikan Bahasa Rusia dan Bahasa Perancis di Ruang Rapat Pusdik Pengmilum Kodiklad TNI Cimahi.

Berita

Lokakarya Kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA)

Kamis, 7 Februari 2019. Prodi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran menyelenggarakan Sidang Pleno Nasional IMLA dan Lokakarya Kurikulum Prodi Pendidikan Bahasa Arab (PBA) dan Prodi Bahasa dan Sastra Arab (BSA) acara berlangsung di Balai Sawala Kampus Unpad Jatinangor, diikuti oleh para perwakilan dosen dari perguruan tinggi penyelenggara bahasa Arab di seluruh wilayah Indonesia. Acara dibuka oleh Wakil Dekan Fib Unpad Dr. Mumuh Muhsin, M.Hum.

Berita

Siti Nurasiah Raih Juara Pidato Bahasa Jepang di Yokkaichi University, Jepang

[unpad.ac.id, 21/1/2019] Mahasiswa Sastra Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran, Siti Nurasiah, meraih Juara I pada kompetisi pidato bahasa Jepang “International Student Speech Contest in Japanese” yang digelar Yokkaichi University di  Auditorium Yokkaichi University, Jepang, 12 Januari 2019 lalu. Acara tersebut diikuti sejumlah mahasiswa dari berbagai negara yang sedang menjalani studi di Jepang. Nura sendiri merupakan mahasiswa Unpad peserta program Japanese Studies selama satu tahun di Mie University, yaitu mulai September 2018 hingga Agustus 2019. “Acara speech contest ini adalah acara yang ke-15 kalinya diselenggarakan. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan bahasa Jepang  mahasiswa asing,” ujar Nura saat dihubungi Senin (21/1). Pada kompetisi tersebut, Nura mengangkat topik mengenai perjuangannya untuk meraih cita-cita. Dalam pidatonya Nura mengungkapkan usahanya untuk belajar bahasa Jepang hingga berhasil mendapatkan beasiswa untuk menjalankan studi di salah satu perguruan tinggi di Jepang. “Saya mau berbagi dengan teman-teman yang lain tentang pengalaman saya belajar bahasa Jepang. Meskipun awal-awal saya merasa kesulitan belajar bahasa Jepang, tapi hingga saat ini saya bisa terus berjuang belajar bahasa Jepang demi impian saya,” ungkapnya. Nura mengakui, mulanya ia tak menyangka akan menjuarai kompetisi tersebut karena melihat kompetensi mahasiswa asing lain yang dirasa lebih hebat darinya. Ia sendiri tertarik mengikuti kompetisi tersebut karena ingin meningkatkan kemampuannya berbicara bahasa Jepang. Selama proses latihan, Nura pun mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dosen Mie University dan Unpad. “Saya berharap, semoga kemampuan bahasa Jepang saya bisa lebih meningkat lagi, dan ke depannya semoga bisa banyak berkontribusi dalam banyak kegiatan, bisa membanggakan Indonesia dan almamater saya,” harapnya.* Laporan oleh Artanti Hendriyana/am Acara tersebut diikuti sejumlah mahasiswa dari berbagai negara yang sedang menjalani studi di Jepang. Nura sendiri merupakan mahasiswa Unpad peserta program Japanese Studies selama satu tahun di Mie University, yaitu mulai September 2018 hingga Agustus 2019. “Acara speech contest ini adalah acara yang ke-15 kalinya diselenggarakan. Tujuannya untuk mengetahui kemampuan bahasa Jepang  mahasiswa asing,” ujar Nura saat dihubungi Senin (21/1). Pada kompetisi tersebut, Nura mengangkat topik mengenai perjuangannya untuk meraih cita-cita. Dalam pidatonya Nura mengungkapkan usahanya untuk belajar bahasa Jepang hingga berhasil mendapatkan beasiswa untuk menjalankan studi di salah satu perguruan tinggi di Jepang. “Saya mau berbagi dengan teman-teman yang lain tentang pengalaman saya belajar bahasa Jepang. Meskipun awal-awal saya merasa kesulitan belajar bahasa Jepang, tapi hingga saat ini saya bisa terus berjuang belajar bahasa Jepang demi impian saya,” ungkapnya. Nura mengakui, mulanya ia tak menyangka akan menjuarai kompetisi tersebut karena melihat kompetensi mahasiswa asing lain yang dirasa lebih hebat darinya. Ia sendiri tertarik mengikuti kompetisi tersebut karena ingin meningkatkan kemampuannya berbicara bahasa Jepang. Selama proses latihan, Nura pun mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dosen Mie University dan Unpad. “Saya berharap, semoga kemampuan bahasa Jepang saya bisa lebih meningkat lagi, dan ke depannya semoga bisa banyak berkontribusi dalam banyak kegiatan, bisa membanggakan Indonesia dan almamater saya,” harapnya.* Laporan oleh Artanti Hendriyana/am

Berita, Uncategorized

Taufik Ampera, M. Hum., “Keluarga Kunci Penting Dekatkan Anak dengan Buku”

[unpad.ac.id, 4/01/2019] Menanamkan moral pada anak di antaranya dapat melalui buku bacaan, termasuk buku bacaan untuk anak berbahasa Sunda. Meski saat ini sudah banyak buku bacaan untuk anak berbahasa Sunda, minat anak pada buku-buku tersebut masih minim. “Tentu  harus ada upaya lain bagaimana mengenalkan kembali buku bacaan berbahasa Sunda terhadap generasi milenial,” ujar dosen Sastra Sunda Fakultas Ilmu Budaya Unpad Taufik Ampera, M. Hum. Menurut Taufik, salah satu faktor penyebab hal tersebut adalah kurangnya penguasaan Bahasa Sunda oleh anak-anak saat ini. Meski lahir dan tinggal di lingkungan masyarakat Sunda, masih jarangnya penggunaan bahasa Sunda di lingkungan sekitar membuat anak sulit memahami buku-buku berbahasa Sunda. “Untuk itu perlu ada upaya dukungan dari keluarga terutama orang tua untuk mendekatkan anak pada buku bacaannya. Kebiasaan berkomunikasi dengan berbahasa Sunda di lingkungan keluarga juga akan berpengaruh besar terhadap minat anak pada buku bacaan anak berbahasa Sunda. Kemudian juga faktor lingkungan, dan tentu saja sekolah,” tutur Taufik yang mendalami kajian sastra anak dan remaja. Dari segi pengemasan, buku berbahasa Sunda juga dinilai kurang menarik dibandingkan buku terjemahan. Kebanyakan ceritanya pun masih bersumber dari dongeng-dongeng lama, belum dieksplorasi dan disajikan lebih menarik. Demikian pula dengan penggambaran karakter tokoh-tokoh ceritanya yang belum melahirkan tokoh idola bagi anak. Menghadirkan tokoh idola bagi anak dalam buku cerita anak sangat penting karena pada hakikatnya anak selalu meneladani tokoh yang disukainya. Hal itu pun akan berpengaruh besar pada kreativitas masyarakat. Taufik mencontohkan, ketika ada satu tokoh cerita yang muncul lalu kemudian dijadikan sebagai tokoh idola, maka akan berimbas pada aspek kehidupan. Salah satunya ada di bidang ekonomi kreatif dengan kemunculan gambar tokoh tersebut pada sejumlah produk konsumsi anak,  seperti peralatan sekolah, pakaian, perlengkapan tidur, dan sebagainya. “Fenomena seperti itu dalam sastra Sunda khususnya bacaan anak saya pikir masih jarang. Tentu saja kreativitas seperti itu yang harus digali,” kata Manajer Riset, PKM & Kerja Sama FIB Unpad ini. Untuk itu, peran perguruan tinggi dalam hal ini menjadi sangat penting. Perguruan tinggi diharapkan dapat mencetak penulis karya sastra anak dan remaja yang berkualitas. Berbagai penelitian dan seminar pun perlu terus dilakukan untuk terus mengembangkan karya sastra, terutama sastra anak dan remaja berbahasa Sunda. Diharapkan, buku bacaan atau sastra anak berbahasa Sunda tidak kalah bersaing dengan buku-buku bacaan atau sastra anak yang datang dari luar. “Jika kita ingin menanamkan moral pada anak, tentu saja salah satu di antaranya harus  dimulai dengan menyediakan buku bacaan anak yang berkualitas. Keterlibatan para akademisi, para peneliti dan para kritikus di bidang bahasa dan sastra sangat menentukan lahirnya buku-buku bacaan untuk anak yang berkualitas,” ujar Taufik. Pria kelahiran Karawang, 28 Maret 1966 ini menjelaskan, dibandingkan 10 tahun lalu, perkembangan kajian sastra anak dan remaja saat ini sudah cukup pesat. Sudah banyak ahli yang melakukan kajian serta banyak karya sastra anak dan remaja yang telah dihasilkan. “Saat ini, khususnya di FIB,  baik pada Program Studi Bahasa dan Sastra Sunda atau prodi lainnya, sudah banyak mahasiswa yang tertarik untuk melakukan kajian-kajian terhadap sastra anak dan remaja,” ujarnya. Sebelumnya, perkembangan mengenai sastra anak dan remaja, khususnya dalam sastra daerah kurang diperhatikan. Kurangnya apresiasi pada sastra anak dan remaja juga menyebabkan teori sastra anak dan remaja juga kurang berkembang. “Pada umumnya ketika kita berbicara masalah sastra, maka kita akan berbicara masalah sastra secara umum. Padahal kalau melihat dari aspek pendekatan teori, kategori pembaca, ,maka sastra itu harus didekati berdasarkan pada pembacanya, bahwa pembaca sastra itu terdiri atas pembaca anak-anak, pembaca remaja, dan pembaca dewasa,” jelas Taufik. Lebih lanjut Taufik menjelaskan bahwa sastra anak adalah sebuah karya sastra yang diperuntukan atau dikonsumsi untuk anak-anak dengan tokoh utamanya adalah anak-anak dan menggambarkan dunia anak.  Sementara sastra remaja, menggambarkan kehidupan remaja, peran utamanya juga remaja, dan tentu saja menampilkan permasalahan yang terkait dengan remaja. “Aspek moral atau muatan pendidikan dalam cerita anak lebih dominan jika dibandingkan dengan sastra remaja. Tentu saja hal itu dapat dipahami karena tentunya ada tujuan khusus bagi pengarang untuk menanamkan aspek moral pada pembacanya, ujar Taufik. Diungkapkan Taufik, saat ini mahasiswa FIB sudah banyak yang tertarik untuk menghasilkan cerita anak dan remaja. Selain itu, beragam penulis baru di kancah kesusastraan Sunda pun banyak bermunculan.* Laporan oleh Artanti Hendriyana/am

Scroll to Top