Berita

Berita

Monolog Basa Sunda Cicirén Pamass Unpad

Kamis (02-10-2014) “Dina diri urang aya mamah, aya bapa, pokona aya karuhun” (dalam diriku ada mama, ada papa, pokoknya ada leluhur) demikian dikatakan oleh Diana Three Afery peserta asal SMAN 27 Kota Bandung pada penampilan monolognya di Aula PSBJ FIB Universitas Padjadjaran. Penampilan Diana membuka Pasanggiri Monolog Basa Sunda SMA/SMK Sa-Jawa Barat yang digelar oleh Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda FIB Unpad. Gadis kelas XI yang juga juara dongeng tingkat Kota Bandung ini berhasil memukau penonton yang memenuhi Aula PSBJ.    (Dekan FIB dan Koordinator Prodi. Bahasa dan Sastra Sunda memberi sambutan) (Dekan dan Wadek I FIB Unpad membuka Pasanggiri Monolog Basa Sunda SMA/SMK Sa-Jawa Barat) Pagelaran yang akan berlangsung hingga empat Oktober tersebut secara resmi dibuka oleh Dekan Fakultas Ilmu Budaya Yuyu Yohana Risagarniwa , M.Ed. Ph.D. Dalam sambutannya Dekan FIB menyampaikan apresiasinya baik kepada pihak penyelenggara maupun para peserta yang ikut ambil bagian pada Pasanggiri Monolog Basa Sunda SMA/SMK Sa-Jawa Barat. Dekan juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini bisa terus berlangsung dan menjadi ciri khas dari Fakultas Ilmu Budaya. Sementara itu Puspita Widyamulya Guru Bahas Sunda SMAN 27 Kota Bandung sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dapat mendukung penerapan kurikulum 2013 dalam mata pelajaran bahasa Sunda. “Pasanggiri ini diikuti oleh 21 peserta yang merupakan perwakilan dari Kota/Kab. Bandung, Kota Cimahi, Kab. Sumedang, Garut, dan Banjar” tutur Nova Sulaeman ketua pelaksana Pasanggiri Monolog Basa Sunda SMA/SMK Sa-Jawa Barat. Nova juga mengungkapkan suksesnya kegiatan ini karena adanya dukungan dari anggota Pamass, Alumni, Dosen, sponsor dan guru-guru bahasa Sunda. Mahasiswa semester tujuh ini juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat terus berlangsung di tahun-tahun berikutnya. Senadadengan hal tersebut Rizky Rochman Pupuhu Pamass FIB Unpad juga menyampaikan kedepannya monolog basa Sunda ini dapat menjadi ciri khas Pamass FIB Unpad. Omen (sapaan) juga menyampaikan saat ini Pamass dan BEM FIB sedang berkoordinasi untuk mendirikan UKM kesenian tingkat Fakultas. Hingga pertemuan terakhir Pamass dan BEM FIB masih terkendala dengan sarana dan prasarana seperti ruangan dan peralatan namun di sisi lain antusias mahasiswa untuk terlaksananya UKM ini sudah sangat besar.   (Penonton terpukau dengan penampilan peserta Pasanggiri Monolog Basa Sunda SMA/SMK Sa-Jawa Barat) Pasanggiri Monolog Basa Sunda SMA/SMK Sa-Jawa Barat mendatangkan Juri dari mahasiswa Sdr. Yandi (Juara Nasional Festifal Pedalangan), Dian Amaliasari, S.S. (Dosen Prodi Bahasa dan Sastra Sunda FIB Unpad), dan Yusef Muldiana (Aktor Monolog). Kegiatan yang secara resmi dibuka pukul 09.00 WIB juga dihadiri Wakil Dekan I FIB Unpad Dr. Mumuh Zakaria, Koordinator Program Studi Bahasa dan Sastra Sunda Dr. Undang A. Darsa, para Pimpinan Pusat dan Lembaga di FIB Unpad, serta para Dosen Program Studi Bahasa dan Sastra Sunda. (Rat-EdKar-JHS)        

Berita

“101 Rahasia Sukses Dunia Rekaman”

(Diskusi buku “101 Rahasia Sukses Dunia Rekaman” di Aula PSBJ FIB Unpad) Senin (29-09-2014) diskusi buku “101 Rahasia Sukses Dunia Rekaman”  yang berlangsung pagi hingga siang hari ini diprakarsai oleh Departemen Susastra dan Kajian Budaya FIB Unpad bekerja sama dengan penerbit Grasindo. Kegiatan yang berlangsung di Aula PSBJ FIB tersebut diisi oleh tiga pembicara, yakni Capung Java Jive, Dr. R. M. Mulyadi (Luki), dan Sandya Maulana, M.Hum. Acara ini dimoderatori oleh Rasus Budhyono, M.Hum. Acara yang dibuka oleh Ketua Departemen Susastra dan Kajian Budaya FIB Unpad Aquarini Priyatna, Ph.D. mewakili Dekan FIB Unpad tersebut diawali dengan paparan  Capung (Herry Cahyo Purnomo) tentang tercetusnya ide membuat buku tersebut. Kicauan Capung di Twitter tentang tips seputar bermain dan memproduksi musik disambut oleh berbagai pertanyaan yang sulit dijawab lewat media yang membatasi jumlah karakter dalam setiap kicauan. Sebagai musisi yang mengalami peralihan teknologi rekaman dari sistem analog ke digital dan mengalami pasang-surut di dunia rekaman maupun panggung, Capung merasa perlu menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, termasuk berbagi pengalaman lewat buku yang ditulisnya itu. Capung mengulas bagaimana dengan teknologi digital musik dapat dibuat, diaransemen, diproduksi, dan didistribusi sendiri kepada khalayak yang ditentukan oleh pembuat musik itu sendiri. Capung mengulas juga tentang media seperti Soundcloud dan Youtube yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana berbagi karya, membangun segmen pendengar, dan promosi. Ia menambahkan bahwa karir di dunia musik bisa dibagi menjadi tiga fase, yakni fase bermusik, fase menjadi produser, dan fase menjadi produser eksekutif. Menurutnya, saat ini ia berada di fase kedua, meski sekali-sekali masih bermusik dari panggung ke panggung.           (Aquarini Priyatna Ph.D. dan Capung pada  diskusi buku “101 Rahasia Sukses Dunia Rekaman”) Sebagai pembicara kedua, Luki memapakarkan bahwa sudah ada beberapa buku tentang dunia (industri) musik yang ditulis sebelum buku Capung ini. Akan tetapi, buku “101 Rahasia Sukses Dunia Rekaman” menjadi lain karena buku ini juga mengulas konteks kekinian, mengingat Capung sendiri masik aktif terlibat sebagai pelaku di industri musik. Luki mengulas tentang perkembangan dunia rekaman, hak cipta, hingga RBT (ring back tone), yang sempat menjadi “periuk nasi” insan musik Indonesia di saat industri musik surut akibat pembajakan merajalela. Luki juga sempat mengulas tentang posisi Java Jive (band yang salah satunya digawangi Capung) dan Capung sendiri di dunia musik Indonesia. Menurut Luki, Java Jive ini unik karena beberapa personilnya, terutama Noey dan Capung mampu bertahan di industri ini dengan bermusik sekaligus memproduksi musik sebagai orang yang ada di balik “kaca” studio rekaman. Pembicara ketiga, Sandya Maulana, berbicara dari sudut pandangnya sebagai penikmat sekaligus pembuat musik dengan teknologi digital. Sandya sempat mengritik maraknya RBT yang membuatnya terganggu karena beberapa hal. Pertama, musik RBT hanya dapat dinikmati sepanjang 30 detik dan perhatian orang sering teralih karena ia sebenarnya ingin menelepon, bukan mendengarkan musik. Selain itu, ia juga berbicara tentang kelicikan beberapa penyedia layanan RBT yang menyedot pulsa pengguna tanpa ijin. Sandya tak lupa berbicara tentang pentingnya posisi Java Jive dan Capung, tentunya, yang sempat menjadi salah satu referensi utama insan musik (terutama di Bandung) dan kini masih mampu menggawangi keberhasilan Noah (dahulu Peterpan), Letto, dan dMassiv.    (Suasana  diskusi buku “101 Rahasia Sukses Dunia Rekaman”)   Diskusi ini tak lupa disegarkan dengan penampilan dari Sky Sucahyo (mahasiswi Sastra Inggris) yang tampil dengan gitar membawakan lagu sendiri, musikalisasi salah satu sajak Edgar Allan Poe, dan lagu “Gerangan Cinta” (Java Jive). Penampil kedua adalah kelompok yang menamakan diri Olegun dGob yang anggotanya adalah mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya dari berbagai jurusan. Olegun dGob membawakan lagu ciptaan mereka sendiri, lagu “Kau Yang Terindah” (Java Jive) yang diaransemen sendiri dengan unik, dan lagu lawas dari Barry Manilow berjudul “Can’t Smile without You”. Di lagu ini Capung dan Rasus Budhyono, yang bersahabat karena bersekolah di SMP dan SMA yang sama, didaulat untuk saling bersahut improvisasi gitar di lagu terakhir ini. (Ono-JHs)        

Berita

70 Peserta Ikut Ambil Bagian dalam MTQ Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran

      Selasa (23-09-2014) Musabaqah Tilawatil Qur’an tingkat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (MTQ-FIB Unpad) resmi dibuka oleh WD I FIB Unpad Dr. Mumuh Muhsin Z., M.Hum. di Blue Satge FIB Unpad. Dalam sambutanya Mumuh mengatakan bahwa ajang MTQ tujuan utamanya bukan untuk melahirkan jura tetapi sebagai salah satu langkah agar Al Qur’an menjadi pedoman hidup. Selain itu pada pembukaan MTQ yang diikuti lebih dari 70 peserta ini, Ketua Dewan Juri Prof. Syarif Hidayat, M.S. menyampaikan bahwa Unpad sebagai salah satu pioneer dalam penyelenggraan MTQ tingkat mahasiswa kini sedang mengusahakan agar ada pemisahan penyelenggaraan MTQ antara mahasiswa umum dengan mahasiswa yang menghususkan pada kajian Al Quran. Sehingga kompetisi diantara para qari dan qariah yang menjadi lebih kompetitif. “Saya merasa bangga dengan adanya ajang MTQ tingkat FIB Unpad ini karena saya berkesempatan untuk melatih diri dan mengukur sejauh mana kemampuan saya dalam membaca Al Quran” tutur Yudi Pradana Malik salah satu peserta MTQ- FIB Unpad. Yudi juga menyampaikan harapannya agar terpilih wakil dari FIB yang benar-benar ungul sehingga dapat mengharumkan nama FIB ditingkat selanjutnya. Hal senada juga disampaikan oleh Irawan Sobirin Ketua DKM Al Muslih FIB Unpad “Pada tahun 2012 lalu FIB menjadi Juara Umum Tingkat Universitas Padjadjaran dan diharapkan tahun ini FIB dapat mempertahankan gelar tersebut bahkan sampai menjadi jura di tingkat nasional”.         Sebelumnya pembukaan MTQ-FIB Unpad selalu dilaksanakan di ruang tertutup namun kali ini dilaksanakan diruang terbuka sehingga kegiatan ini bisa lebih dekat dengan mahasiswa. Acara yang dimulai pada pukul 09.30 ini akan berlangsung hingga 26 September nanti dan melombakan beberapa cabang seperti: Tilawah, Tartil, Hifzil, Syarhil, Kaligrafi, Debat dalam Bahasa Arab, dan Karya Ilmiah. Kegiatan yang motori oleh dosen-dosen dari Prodi Bahasa dan Sastra Arab ini dihadiri oleh para Koorprodi, Kapus, Ka. Lembaga, Ka.TU, Ka.Subag dan lebih dari 200 orang mahasiswa di lingkungan FIB Unpad. (Rat/JHS)    

Berita

Pelatihan Teknik Analisis data dengan Menggunakan Conten Analysis

Jum’at (19-09-2014) Program Studi Bahasa dan Sastra Jerman Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan Masyarakat Linguistik Indonesia (MLI) Cabang Universitas Padjadjaran menyelenggarakan pelatihan tentang “Content Analysis”. Metode Content Analysis ini  berkembang sejak tahun 60-an dan merupakan salah satu alternatif menganalisis data kualitatif. Metode yang memanfaatkan software seperti QDA, MINER, ATLAS.TI, dan MAQDA ini  berguna untuk menganalisis data dengan jumlah korpus yang besar, mengidentifikasikannya secara sistematis dengan menggunakan kata-kata kunci, dan kemudian menginterpretasikannya. (Dr. Phil. Maria Teodora Ping, S.Pd., M.Sc. dari Universitas Mulawarman, Samarinda.) “Saat ini software yang bisa dimanfaatkan untuk menerapkan  metode Content Analysis ini bisa diproleh dari internet namun dengan versi trial” Tutur Dr.Phil. Dian Ekawati, M.A yang juga ketua pelaksan kegiatan ini. Dian juga mengungkapkan harapannya agar Universitas Padjadjaran bisa membeli lisensi salah satu  software untuk menerapkan metode Content Analysis. Menurut Dosen Prodi. Bahasa dan Sastra Jerman FIB Unpad ini penerapan metode Content Analysis tidak hanya bisa dimanfaatkan dalam ranah bahasa dan sastra saja tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk penelitian lainnya.     (Peserta pelatihan Content Analysis di Ruang Sidang Besar Gedung A FIB Unpad) Kegiatan yang berlangsung satu hari ini menghadirkan narasumber  Dr. Phil. Maria Teodora Ping, S.Pd., M.Sc. dari Universitas Mulawarman, Samarinda. Sementara peserta pelatihan ini selain dari lingkungan Universitas Padjadjaran juga hadir beberapa peserta dari Univeritas Maranatha (Bandung), Universitas Singaperbangsa (Karawang) dan Universitas Islam Negeri SGD (bandung). (rat-jhs)

Berita

Stand PKM FIB Unpad diserbu mahasiswa

(Stand PKM FIB dikunjungi mahasiswa) Kamis (18-09-2014) Memasuki h-7 pengumpulan proposal Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) 2014 – Dikti stand PKM FIB Unpad yang diprakarsai oleh WD I dan P2K2M FIB Unpad diserbu pendaftar. Sampai dengan pukul 15.00 jumlah mahasiswa yang mendaftar untuk mengajukan proposal PKM di stand yang terletak di Lt. 1 Gedung A ini mencapai lebih dari 160 orang. Langkah jemput bola yang dilakukan oleh tim pembina PKM dari FIB ini ternyata mendapat apresiasi yang luar bisa dari mahaiswa FIB. “Dengan adanya stand PKM ini kami menjadi lebih mudah untuk mendapatkan informasi mengenai cara pengajuan dan jenis-jenis PKM yang dapat diikuti” tutur Nova. Nova mengaku baru pertama kali mengikuti program PKM ini dan ia sangat termotivasi dengan banyaknya teman-teman yang mengajukan proposal PKM pada tahun 2014. Menurut salah seorang Tim Pembina PKM FIB Unpad Cicu Finalia, M.Hum. Tim juga mendapatkan informasi dari LPKA bahawa Senin (22-09-2014) akan diadakan pembekalan dari Juri PKM Nasional. Oleh karena itu bagi seluruh peserta ataupun yang berminat untuk mengikuti PKM diharapkan hadir pada acara tersebut. (Mahasiswa sedang berkonsultasi dengan salah satu pembina PKM FIB Unpad Nani Dharmayanti, Ph.D) (salah satu pembina PKM FIB Unpad Cicu Finalia, M.Hum menjelaskan kegiatan PKM kepada mahasiswa) Jumlah mahasiswa yang mengikuti PKM dari FIB Unpad ini diprediksi hingga tanggal 25 September 2014 nanti akan menembus angka 200 lebih. Hal ini tentu saja akan ikut menyukseskan program Universitas Padjadjaran Jawara yang menargetkan seribu proposal. (rat)

Berita

Pertemuan Ilmiah Forum Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan Universitas Padjadjaran Tahun 2014

Rabu (17 -09-2014) Pertemuan Ilmiah Rutin ke III Tahun 2014 Forum Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan Universitas Padjadjaran di gelar di Ruang Sidang Besar Gedung A FIB Unpad. Pada pertemuan yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tersebut menghadirkan beberapa pemateri di antaranya Dr.Phil Dian Ekawati yang mebahas tentang penggunaan e-journal di luar dan dalam negeri. Selain itu acara yang dibuka oleh Wadek I FIB Unpad Dr. Mumuh Muhsin Z. ini juga menghadirkan nara sumber lain di antaranya 1) Titin Sumartini membahas tentang tatacara penghitungan angka kredit bagi pustakawan; 2) Nanang Sanusi, S.Pd membahas penyusunan kelengkapan fisik data pustaka; dan 3) Yulianti, M.I.Kom membahas tentang literasi informasi. Acara ini  digelar guna meningkatkan kualitas pengelolaan perpustakaan di lingkungan fakultas khususnya dan umumnya di Unpad. (Wadek I FIB Unpad bersama peserta Forum Pustakawan dan Pengelola Perpustakaan Universitas Padjadjaran) (Dr.Phil. Dian Ekawati sedang memaparkan materi mengenai penggunaan e-journal di luar dan dalam negeri)

Berita

Fakultas Ilmu Budaya Unpad Kembali Menjadi Lokasi Shooting Nikkei Asia

Rabu (10/09/2014) Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran kembali menjadi tempat pengambilan gambar untuk shooting acara dari Nikkei Asia yang akan ditayangkan di TV Tokyo. Kali ini tim dari TV yang berkantor di Toranomon, Minato-ku, Tokyo ini meliput kegiatan belajar mengajar di Prodi. Bahasa dan Sastra Jepang untuk kebutuhan dokumenter mengenai minat orang Indonesia belajar Bahasa Jepang. “saya merasa bangga akan kerja keras mahasiswa FIB Unpad dalam mempelajari bahasa Jepang dan saya juga kaget akan kemampuan berbahasa Jepang dari mahasiswa FIB Unpad yang cukup baik” tutur Miadera Sutradara TV Tokyo. Selain meliput kegiatan belajar mengajar tim dari Jepang juga meliput kegiatan seminar recruitment dari Nikkei Asia yang berlangsung di Aula PSBJ. Perusahaan yang menaungi perusahan-perusahaan besar di Jepang seperi Yamaha, Panasonic, YKK, Mitsubishi, dan lain-lain melakukan seminar mengenai cara perekrutan dan besaran penghasilan yang akan diperoleh bila bekerja di Jepang. Kemudian pada seminar tersebut peserta juga berkesempatan mendaftar langsung ke Nikkei Asian Recruiting Forum in 東京 Asia. Di sela-sela seminar Mr. Isiwatari dari Nikkei Asia mengatakan mahasiswa dari FIB unpad selain memimiliki kemampuan berbahasa yang baik juga memiliki sifat-sifat yang sesuai dengan orang Jepang seperti ramah, tenang, serta kreatif dan hal ini akan menjadi modal yang baik untuk bisa bekerja di Jepang. Sementara itu Dekan FIB Unpad Yuyu Yohana Risagarniwa M.Ed., Ph.D. menyambut positif kegiatan seperti ini karena sesuai dengan intruksi Rektor Unpad tentang pembentukan career development center (CDC) di Fakultas. FIB sebagai salah satu fakultas yang mempunyai kekuatan dalam bidang bahasa tentunya harus menjadi bagian terdepan dalam menghadapi era pasar global. Oleh karena itu tutur Dekan FIB Unpad ke depannya sangat memungkinkan adanya elaborasi dan evaluasi kurikulum sehingga alumni FIB Unpad dapat diserap lebih banyak lagi oleh berbagai peruhahaan asing. Sebelumnya pada 13 Agustus 2104 TV Tokyo juga meliput berbagai kegiatan di Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Pada Kesempatan tersebut Tim yang dipimpin oleh Takao Mori meliput mengenai Pusat Studi Bahasa Jepang dan mahasiswa FIB yang terpilih untuk mengikuti seleksi masuk yang diselenggrakan oleh Nikkei Asia. (Rat-JHS)

Berita

Hasil Diskusi Terbuka Keselamatan Diri dan Kenyamanan di Lingkungan Kampus

Diskusi kelompok kecil menghasilkan butir-butir sebagai berikut. Perlu ada sosialisasi dan edukasi agar semua penghuni kampus dapat mengidentifikasi situasi yang rentan menimbulkan ancaman terhadap keselamatan diri dan kenyamanan, yang mencakup: Tindakan yang tidak menyenangkan dari orang asing maupun orang yang dikenal Banyak bertanya ke arah yang tidak jelas Terlalu dekat ketika berbicara Intimidasi yang dilakukan orang (pemalakan, pelecehan seksual) ketika sendirian Diikuti/dibuntuti ketika berjalan sendiri (stalking) Voyeurism dengan menyalahgunakan CCTV di tempat tinggal Pelecehan dalam hubungan (abusive relationships) Penawaran barang dagangan Pencurian antara sesama mahasiswa Situasi sepi Toilet yang sulit diakses dan tidak nyaman serta tidak aman. (Toilet perempuan ditutup/dikunci setelah pukul 16.00) Acara mahasiswa yang melibatkan massa Rendahnya kinerja keamanan universitas Rendahnya kepedulian pada sesama Pencurian kendaraan bermotor, pencurian di tempat makan Penodongan/perampokan Kurangnya keamanan di sarana ibadah Polisi palsu Perilaku pengemudi kendaraan bermotor Geng motor, balapan motor di Jalan Winaya Mukti, preman Eksibisionis/flasher Pedagang asongan, pengemis, dan mahasiswa pencari dana yang memaksa Tempat-tempat yang gelap dan sepi, termasuk: ATM Center Halte bus sayap kanan lingkar dalam Lorong timur di gerbang lama Jalan Winaya Mukti Sekitar Arboretum Jalur tengah Kompleks UKM Timur Sebelah Timur GOR Jati Langkah-langkah Preventif dan Reaktif Menggalakkan BUDDY SYSTEM Menjamin perlindungan bagi pelapor dan korban Meningkatkan hubungan baik dengan masyarakat sekitar Menentukan wilayah rawan di kampus dan menentukan titik-titik aman (safe-points) Kerjasama/perilaku kooperatif antara penghuni kampus dan petugas keamanan kampus Berteriak atau meniup peluit dengan kode tertentu ketika dalam keadaan bahaya. Membuat papan pengumuman jadwal piket keamanan dan nomor kontak kelompok ojeg dan pedagang kakilima/asongan. Pembuatan Berita Acara Pemeriksaan untuk keperluan evaluasi ketika terjadi peristiwa yang membahayakan. Pengaturan keluar-masuk kendaraan bermotor di kampus, seperti dengan Pemberian stiker kendaraan atau identifikasi kendaraan yang masuk kampus (seperti yang sudah dilaksanakan di kampus Koesoema Somantri (Dipati Ukur). Akses keluar-masuk hanya pada satu gerbang dan tamu tercatat. Mengelola akses kendaraan bermotor dari luar (bukan milik dosen, mahasiswa, atau tenaga kependidikan) Menutup jalan-jalan pintas pada saat tertentu. Pembentukan tim relawan keamanan dan pendampingan yang terdiri atas dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan untuk Mendampingi dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, an pihak lain yang ada di kampus agar tidak berjalan sendirian, terutama setelah jam kerja. Hotline/Call Center Anjuran berjalan berkelompok dan carpooling Penambahan CCTV, penerangan, personalia keamanan, pos jaga, penggunaan access card di gerbang, dan kendaraan patroli. Mengadakan hotline/call center pengaduan Gaji petugas keamanan disesuaikan, dan kinerja ditingkatkan, serta SOP-nya disosialisikan/dipublikasikan. Menyediakan petugas keamanan (satpam) perempuan. Jam operasi kendaraan kampus diperpanjang (mulai lebih dini dan selesai lebih larut). Ada fasiltas transportasi kampus di malam hari yang dapat mengantar hingga titik aman. Mengefektifkan peran dosen pada kegiatan kemahasiswaan. Menyediakan ruang kerja bersama untuk dosen dan ruang belajar bersama bagi mahasiswa Memperpanjang waktu operasi perpustakaan Kampanye dan Pendidikan Mengadakan kegiatan yang melibatkan dosen mahasiswa tenaga kependidikan masyarakat sekitar pedagang kakilima pedagang asongan pengemudi ojeg petugas kebersihan petugas keamanan Fokus kegiatan PKM di Jatinangor Workshop untuk dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan dalam Pengamanan diri/menjaga keselamatan diri dengan melibatkan UKM tertentu yang relevan seperti Resimen Mahasiswa (Menwa), Pramuka, dan UKM bela diri. Bela diri dasar berkala Membuat pepper spray Workshop adaptasi dengan lingkungan masyarakat Jatinangor untuk mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan baru. Mengintegrasikan pendidikan tentang keamanan dan kenyamanan kampus serta keselamatan diri dalam kegiatan orientasi mahasiswa baru dengan melibatkan pihak petugas keamanan. Mengadakan kampanye melalui acara pentas seni, pagelaran budaya, atau sejenisnya Tindak Lanjut Sebagai tindak lanjut dari diskusi terbuka ini, peserta mengusulkan agar diadakan dalam waktu dekat: Diskusi yang melibatkan Pimpinan Universitas Pihak perusahaan keamanan universitas dan pihak kepolisian Lembaga kemahasiswaan di fakultas lain dan di tingkat Universitas Acara pementasan teater, pembacaan karya sastra, pertunjukan musik, dan orasi budaya yang mengampanyekan isu: Zero Tolerance for Violence Kenyamanan dan keselamatan diri di dalam dan di sekitar kampus Hak warga sipil, khususnya sivitas akademika, dalam bergerak, berkegiatan, dan berekspresi Hak warga sipil atas ruang publik Mengadakan workshop Bela diri dasar Melengkapi diri dengan alat pengaman (membuat pepper spray, dsb.) Membuat kelompok relawan yang akan memprakarsai Pembuatan brosur/pamflet/ poster Pelaksanaan call center dan layanan pendampingan Mengadakan diskusi dengan perwakilan masyarakat Jatinangor untuk bersama-sama membahas keamanan lingkungan. Menyelenggarakan lomba membuat poster dan film pendek untuk kampanye. Mengusulkan kepada pimpinan Universitas Padjadjaran untuk: Mengintegrasikan materi kenyamanan dan keselamatan diri di dalam dan di sekitar kampus dalam orientasi mahasiswa baru Mendukung pembentukan inisiatif penjagaan keamanan dan kenyamanan kampus secara kolektif oleh seluruh sivitas akademika Menambahkan fasilitas dan sumber daya dalam surveillance dan penjagaan keamanan, termasuk memperpanjang jam operasi angkutan kampus atau menyediakan angkutan khusus kampus jadwal malam. Meningkatkan efektivitas satuan pengamanan (satpam) kampus, termasuk menambahkan pesonalia perempuan dan sosialisasi SOP pengamanan kampus kepada seluruh sivitas akademika. Mengeluarkan kebijakan tentang prosedur mengatasi situasi berbahaya ketika di kampus, termasuk menentukan: Wilayah rawan Titik-titik aman (safe-point) Jalur evakuasi Sosialisasi kebijakan tentang prosedur mengatasi situasi berbahaya. Memasang poster/papan informasi tentang kenyamanan dan keamanan di kampus di berbagai titik di kampus. Memberi nama jalan-jalan yang ada di kampus agar memudahkan identifikasi lokasi, serta menyosialisasikan penamaan tersebut.

Berita

Materi Diskusi Terbuka Keselamatan Diri dan Kenyamanan di Lingkungan Kampus

Materi Pengantar dari Pembicara A. Dr. H. Mumuh Muhsin Zakaria, M.Hum. Kondisi ideal yang dapat diupayakan dengan contoh beberapa kota dan kampus di Jerman Pentingnya usaha swakarsa dari sivitas akademika dalam menciptakan suasana aman dan nyaman di kampus B. Dr. Widyo Nugrahanto, M.Si. Beberapa peristiwa yang mengancam keselamatan dan kenyamanan di kampus. Klarifikasi laporan penculikan mahasiswi FIB-Unpad Pentingnya memikirkan ulang pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan dan peran serta mahasiswa dalam menciptakan suasana aman dan nyaman di kampus. C. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., Ph.D. Ketidaktepatan pendekatan represif dan reaktif terhadap ancaman terhadap keselamatan dan kenyaman di kampus Perlunya adanya peningkatan kesadaran dan kepekaan semua penghuni kampus terhadap adanya ancaman terhadap keamanan dan kenyamanan di kampus. Perlunya adanya penjaminan atas hak berkegiatan dan hak bergerak sivitas akademika di kampus yang tidak terikat oleh batasan waktu. Materi Diskusi Kelompok Kecil (SGD) Dalam diskusi kelompok kecil (small-group discussion) pembicaraan berjalan berdasarkan rangkaian pertanyaan berikut. A. MENGENAL ANCAMAN TERHADAP KESELAMATAN DIRI  Unsur apa saja, pihak mana saja, dan situasi semacam apa saja yang dapat diidentifikasi sebagai ancaman terhadap keselamatan diri kita selama kita berada di dalam dan di sekitar kampus? Orang asing yang mengajak berbicara Orang yang tindakannya membuat kita merasa tidak nyaman (flasher, bullying, intimidasi verbal) Perampokan Pemerkosaan Penculikan Konflik fisik Konflik antar-kelompok Lingkungan tempat kita rentan diganggu/diserang: di mana saja & kapan saja? Bagaimana kita dapat mengidentifikasi unsur, pihak, dan situasi yang dapat mengancam keselamatan diri kita dan sesama di dalam dan di sekitar kampus? B. LANGKAH-LANGKAH PREVENTIF DAN REAKTIF Langkah-langkah apa yang perlu ditempuh jika kita mengidentifikasi adanya ancaman terhadap keselamatan diri kita dan/atau orang lain di dalam dan di sekitar kampus? Contoh Mengatasi sendiri/melawan Mencari pertolongan Melarikan diri Melaporkan kejadian kepada petugas yang berwenang Kegiatan atau tindakan apa saja yang dapat dilakukan kita sendiri-sendiri dalam kehidupan sehari-hari sebagai upaya menjaga keselamatan diri kita sendiri di dalam dan di sekitar kampus? Menemani sesama penghuni kampus Meningkatkan pengetahuan diri tentang keselamatan diri Melengkapi diri dengan alat keselamatan Menjaga diri agar tidak dalam situasi yang rentan terhadap bahaya: seperti apa? C. PENDIDIKAN MENJAGA KESELAMATAN DIRI Dengan cara apa saja dan dalam bentuk kegiatan semacam apa saja kita dapat menyebarkan informasi dan mengampanyekan keselamatan diri di dalam dan di sekitar kampus? a. Menyediakan bahan informatif yang mudah diakses penghuni kampus b. Membuat media informasi (poster, informasi di website Unpad, siaran radio, video klip) c. Membuat dan menyebarkan brosur/leaflet tentang keselamatan d. Mengadakan kegiatan yang mengampanyekan keselamatan: seperti apa? Bentuk pendidikan apa saja yang dapat dilakukan agar penghuni kampus terjaga keselamatannya selama di dalam dan di sekitar kampus? Mengadakan workshop/pelatihan bela diri saat diserang Mengelola hotline yang dapat dihubungi penghuni kampus yang membutuhkan Mengadakan pendidikan tentang cara menjaga diri Memasukkan materi keselamatan diri dalam orientasi mahasiswa baru Pihak mana saja yang perlu dilibatkan dalam upaya meningkatkan pemahaman dan kemampuan kita semua dalam menjaga keselamatan diri dan sesama di dalam dan di sekitar kampus? Dosen Mahasiswa Pegawai administrasi Keamanan Universitas Kepolisian setempat Pimpinan Universitas/Fakultas Masyarakat setempat Pemangku kepentingan lain: pedagang di kampus, ojeg, dan lain-lain. D. RENCANA TINDAKAN Dari semua usulan yang ada mana yang dapat dilaksanakan dalam waktu dekat, mana yang merupakan kegiatan sinambung dan berkala, dan mana yang merupakan program jangka panjang? Kegiatan mana saja yang membutuhkan formalitas kebijakan pimpinan Universitas atau pihak keamanan/kepolisian setempat? Apa yang bulan ini Anda sendiri akan lakukan dan bersama siapa?

Scroll to Top