Agenda

Susunan Acara Dialog Sehari untuk Penghapusan Kekerasan Berbasis Gender

10.00 Pembukaan: Sambutan dariValentina Sagala, Pendiri dan Executive of Institut Perempuan Board; Kristen F. Bauer, Deputy Chief of Mission, U.S. Embassy (via video conference); Ibu Netty Heryawan (tentatif); Walikota Bandung (tentatif); Prof. Dr. Ganjar Kurnia, DEA, Rektor Universitas Padjadjaran 10.30 Penayangan Video 10.45 Sesi Panel 1 “Keterlibatan Laki-laki dalam Penghapusan Kekerasan Berbasis Gender”: Pheng Thao, Minnesota Men’s Action Network, Asian Women United of Minnesota (via video-conference); Yasraf Amir Piliang, ITB, Yasfraf Amir Piliang Institute; Eko Bambang Subiantoro, Aliansi Laki-laki Baru 12.00 Rehat 13.00 Sesi Panel 2 “Keterlibatan Generasi Muda dalam Penghapusan Kekerasan Berbasis Gender”: Goris Mustakim, Asgar Muda Foundation; Sr. Irena Handayani, Yayasan Widya Bhakti/SMA Santa Angela; Islaminur Pempasa, Pikiran Rakyat; Lestari Manggong, Universitas Padjadjaran 14.30 Pemberian Penghargaan Pemenang Kompetisi 14.45 Penutupan  

Berita

Dialog Sehari untuk Penghapusan Kekerasan Berbasis Gender

Kekerasan berbasis gender terjadi di berbagai lingkungan dalam berbagai bentuk. Hal tersebut dapat terjadi dalam lingkungan keluarga, di lingkungan masyarakat umum, di tempat kerja, maupun di lembaga pendidikan di berbagai tingkat. Pengejawantahannya dapat berbentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual, kekerasan emosional, toleransi budaya terhadap kekerasan termasuk sikap apatis dan pembenaran kultural, dan perdagangan perempuan dalam berbagai variasinya. Kekerasan berbasis gender ini memiliki konsekuensi bagi terciptanya peningkatan kemampuan ekonomi dan juga kesetaraan gender karena berdampak buruk pada kesehatan, kesempatan kerja, pendidikan, dan harga diri perempuan dari berbagai kalangan. Karena itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia bermaksud mendukung terciptanya dialog konstruktif antara berbagai pemangku kepentingan tentang isu tersebut. Selain itu,  melalui lomba pembuatan poster bagi siswa sekolah menengah dan lomba video untuk mahasiswa agar permasalahan ini dapat menjangkau generasi muda Indonesia. Karena itu, Kedutaan Besar Amerika Serikat bekerja sama dengan Institut Perempuan, sebuah organisasi nirlaba yang memusatkan perhatiannya pada isu perempuan dan advokasi hak perempuan berdasarkan nilai keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan bagi perempuan sebagai bagian yang niscaya bagi landasan untuk dibangunnya kehidupan yang demokratis. Departemen Susastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi melibatkan upaya meningkatkan kapasitas sivitas akademika, khususnya di lingkungan Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran dalam hal kajian dan penciptaan sastra, dan menjadikan kesusastraan sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat yang memungkinkan terjadinya kritik diri yang konstruktif dalam wacana sosial-budaya. Karena itu, Departemen Susastra FIB-Unpad menerima tawaran kedua lembaga tersebut untuk membangun kemitraan dalam upaya menciptakan kesetaraan dan sikap saling menghormati dalam masyarakat karena momen tersebut merupakan peluang agar meningkatkan kapasitas internal Departemen Susastra dalam memfasilitasi penelitian di bidang kajian sastra yang memiliki relevensi dan urgensi serta peka dan sadar akan kondisi sosial-politik. Bertepatan dengan tanggal 25 November yang diperingati sebagai Hari Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan Sedunia. Tanggal tersebut juga menandai dimulainya kurun kampanye “16 Hari Aktivisme Melawan Kekerasan Berbasis Gender” yang berpuncak pada tanggal 10 Desember sebagai Hari Hak Asasi Manusia Sedunia. Klik di sini untuk SUSUNAN ACARA. Bila sudah menerima undangan dan berkenan menyampaikan konfirmasi kehadiran, sila isi formulir berikut atau kirim email  ke [email protected] atau kirim faksimili ke (022) 251-6378, yang berisi informasi diri yang sama dengan yang ada di formulir di bawah ini. [contact-form to=’[email protected]%26#x002c; [email protected]’ subject=’Konfirmasi Peserta Dialog GBV’][contact-field label=’Nama’ type=’name’ required=’1’/][contact-field label=’Tempat/tanggal lahir’ type=’text’/][contact-field label=’Lembaga (beserta nama bagian/seksi/divisi)’ type=’text’ required=’1’/][contact-field label=’Alamat Kerja’ type=’textarea’/][contact-field label=’Telepon’ type=’text’ required=’1’/][contact-field label=’Jabatan’ type=’text’/][contact-field label=’Pendidikan Terakhir’ type=’text’ required=’1’/][contact-field label=’Email’ type=’email’ required=’1’/][contact-field label=’Alamat Rumah’ type=’textarea’/][/contact-form] Untuk informasi tentang kegiatan Departemen Susastra yang telah lalu atau yang akan datang, sila kunjungi laman Kegiatan.            

Agenda

Mencari Panggung untuk Teater Kini

  Departemen Susastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran   mempersembahkan MENCARI PANGGUNG UNTUK TEATER KINI In Search of a Stage for Theater Today 2 November 2013 Aula PSBJ FIB-Unpad, Jatinangor Apakah masih ada panggung untuk teater saat ini? Apakah ada tempat untuknya di masyarakat kontemporer Indonesia, khususnya Bandung dan sekitarnya? Apakah ada gerakan atau sudah mati? Bagaimana gerakan teater di sini dibandingkan dengan yang berlansung di AS dan Inggris? Bagaimana panggung dan teater menyikapi identitas budaya? Bagaimana konteks mengubah makna dan apakah para praktisi teater sudah melupakannya? Apakah interaksi badani dan lisan yang ditawarkan teater sudah tenggelam dalam arus kebudayaan digital? Ini hanyalah beberapa pertanyaan yang diperdebatkan di suatu diskusi sore yang hangat dan teater yang diselenggarakan oleh Departemen Susastra, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, Jatingor. Dr. Lina Meilinawati Rahayu, Ketua Departemen Susastra FIB-Unpad, dosen kajian drama dan peneliti dalam kesusastraan Indonesia dan co-penulis Sastra Drama: Perjalanan, Perkembangan, dan Pengkajiannya  akan memberi pandangannya; Lestari Manggong dosen  Sastra Inggris Unpad yang mengajar drama akan membahas teater di AS dan Inggris; dan K. Dewantoro (Kerensa Johnston) anggota pendiri dari DarahRouge dan salah satu dari segelintir praktisi teater perempuan di Indonesia yang secara aktif menulis, melakukan, dan mengarahkan karya asli dan baru untuk panggung Indonesia, akan membahas perjalanannya dalam teater . Pembahasan akan diawali dengan menampilkan sebuah drama baru , “Berapa Harga Cinta ” yang ditulis oleh Ari Adipurwawidjana  dan akan diikuti oleh pertunjukan “Menjahit Marat/Sade” dari Teater DarahRouge, teater yang berkedudukan di Bandung,” ditulis dan dipentaskan oleh K. Dewantoro. Drama ini mengeksplorasi ide-ide revolusi baik di masyarakat, teater, dan dalam diri seseorang dan yang berhubungan dengan ingatan dan tulisan Peter Weiss “Penyiksaan dan Pembunuhan terhadap Marat sebagaimana Dipentaskan oleh Pasien-pasien RSJ Charenton yang Disutradarai Marquis De Sade.” K. Dewantoro tetap mempertahankan esensi dari naskah asli dengan mengacu kepada berbagai gaya teatrikal saat dia bergeser melalui ‘peran-peran’ nya di teater Indonesia . Tanggal : 2 November Waktu: 14.00: Pementasan ” Berapa Harga Cinta?” karya Ari Adipurwawidjana 15:30: Diskusi tentang tempat teater dalam kebudayaan kontemporer di Indonesia “MENCARI PANGGUNG UNTUK TEATER KINI) dengan Kerensa Dewantoro, Dr. Lina Meilinawati Rahayu, dan Lestari Manggong 19.00 Teater “Menjahit Marat/Sade ” Tempat: Aula Gedung D Lt. 3 , FIB – Unpad , Jatinangor Harga tiket: Rp10.000 untuk masing-masing pertunjukan, Rp 15.000 untuk keduapementasan ditambah diskusi. Peserta diskusi menerima sertifikat mengikuti kegiatan. Pembelian tiket dapat dilakukan di saat acara atau di Resource Centre for Linguistic Research and Literary Studies (Perpustakaan Sastra Inggris), FIB-Unpad, Gedung B, Lantai 1. Untuk menjamin tempat, sila isi Daftar Tamu kami: [contact-form][contact-field label=’Nama’ type=’name’ required=’1’/][contact-field label=’Email’ type=’email’/][contact-field label=’Nomor Telepon’ type=’text’/][contact-field label=’Akan menghadiri’ type=’select’ required=’1′ options=’Pementasan %26quot;Berapa Harga Cinta%26quot;,Pementasan %26quot;Menjahit Marat/Sade%26quot;,Semua Rangkaian Acara’/][/contact-form] Untuk informasi lebih lanjut hubungi :Ari 087822118131 or [email protected] Sila ikuti nformasi kegiatan Departemen Susastra yang sudah lalu dan yang akan datang di KEGIATAN.

Berita

International Guest Lecture: Multiculturalism in Literature & Creative Writing Workshop

Dr. Brenda A. Flanagan, penyair, penulis drama, penulis fiksi, guru besar di bidang sastra Inggris dan penulisan kreatif, dan cultural ambassador bagi Departemen Luar Negeri AS, akan menyampaikan ceramah dan mengarahkan diskusi tentang multikulturalisme dalam kesusastraan dan akan memfasilitasi workshop penulisan kreatif. Acara ini akan diselenggarakan pada tanggal 21 Oktober 2013 di Gedung D Lantai 3 Kampus Fakultas Ilmu Budaya-Unpad, Jatinangor. Ceramah tentang Multikulturalisme dalam Kesusastraan dilaksanakan pada 9.00-11.30 WIB. Creative Writing Workshop dilaksanakan pada 13.00-16.00 WIB. Acara ini dapat terselenggara atas kebaikan dan kerjasama dengan Atase Kebudayaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut sila pasang pesan di situs ini, kirimkan pesan singkat (SMS) ke Ari di 087822118131 atau Lestari di 087885831232; atau layangkan surat elektronik ke [email protected] atau [email protected]. Keikutsertaan dalam acara ini tidak dikenakan biaya. Namun demikian, tempat untuk Creative Writing Workshop terbatas untuk 25 orang saja, dan setiap pesertanya diwajibkan mengirimkan draf tulisan kreatif ke alamat surat elektronik (email) di atas. Informasi yang terkait juga tersedia di Facebook. Untuk kabar tentang kegiatan Departemen Susastra baik yang sudah dilaksanakan maupun yang mendatang, sila kunjungi laman Kegiatan.

Berita

Dari Fakultas Sastra Hingga Menjadi Fakultas Ilmu Budaya

Fakultas Sastra secara resmi dibuka pada 1 November 1958. Pembukaan ini didasarkan atas Surat Keputusan Yayasan Pembina Universitas Padjadjaran No. 6/FS/531, tertanggal 1 Oktober 1958 tentang Pembukaan Fakultas Sastra. Pada saat didirikan, Fakultas Sastra berada di bawah pembinaan Yayasan Pembina Universitas Padjadjaran. Kurang lebih dua tahun kemudian, status Fakultas Sastra memperoleh legalitas yang lebih kuat dengan keluarkannya Surat Keputusan Menteri PPK No. 66971/UU/60 tertanggal 12 Agustus 1960. SK Menteri PPK tersebut menetapkan Fakultas Sastra sebagai salah satu fakultas di lingkungan Universitas Negeri Padjadjaran atau tepatnya menjadi fakultas kedelapan di Universitas Padjadjaran. Pada awal didirikan Fakultas Sastra memiliki empat jurusan untuk program sarjana yaitu Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia dan Sunda, Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Jurusan Sejarah, serta Jurusan Bahasa dan Sastra Perancis. Seiring dengan tantangan dan kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan tinggi, Fakultas Sastra telah mengalami perkembangan yang sangat signifikan di berbagai bidang. Khusus di bidang pendidikan, di samping mengalami penambahan program studi baru pada program Strata Satu, Fakultas Sastra juga mengalami perluasan jenjang pendidikan yang ditandai oleh dibukanya Program Diploma 3 (D-3) serta Program Pascasarjana, baik Program Magister maupun Program Doktor. Hingga saat ini Fakultas Sastra memiliki satu program studi tingkat doktoral (S-3), yakni Program Studi Ilmu-ilmu Sastra, yang di dalamnya memiliki 5 konsentrasi (Linguistik, Filologi, Ilmu Sejarah, Kajian Budaya, Sastra Kontemporer); dua program studi tingkat magister (S-2), yakni Program Studi Ilmu-ilmu Sastra, yang di dalamnya memiliki 7 konsentrasi (Linguistik Umum, Linguistik Jepang, Linguistik Inggris, Filologi, Ilmu Sejarah, Museologi, dan Sastra Kontemporer), dan Program Studi Kajian Budaya; Sembilan program studi tingkat sarjana (S-1), yakni Program Studi Sastra Indonesia, Sastra Daerah, Sastra Arab, Sastra Jepang, Sastra Inggris, Sastra Perancis, Sastra Jerman, Sastra Rusia, dan Ilmu Sejarah, serta empat program studi diploma 3 (D-3), yakni Program Studi Bahasa Indonesia (Editing), Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, dan Usaha Perjalanan Wisata. Di luar berbagai perkembangan tersebut, dalam upaya untuk memperoleh ruang dan peluang yang lebih besar bagi berbagai upaya pengembangan, Fakultas Sastra juga berupaya mengubah namanya menjadi Fakultas Ilmu Budaya. Melalui kerja keras semua pihak, proses perubahan nama tersebut pada akhirnya memperoleh pengesahan dari Senat Universitas pada tanggal 5 Januari 2012. Sementara itu pada tingkat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, perubahan nama pun secara implisit telah memperoleh persetujuan, sebagaimana surat yang disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional Dodi Nandika kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nasional, No. 61783/A.A5/OT/2011, tertanggal 14 Juli 2011, perihal Perubahan Nama Fakultas Sastra menjadi Fakultas Ilmu Budaya. Dengan demikian, sejak tahun 2012, Fakultas Sastra secara resmi menyandang nama baru, yakni, Fakultas Ilmu Budaya.

Scroll to Top