SMA Negeri 4 Kota Depok kunjungi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran

SMA Negeri 4 Kota Depok kunjungi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (23/01/2020). Siswa yang hadir sebanyak 200 orang siswa kelas X, dan 6 orang guru pendamping. Kunjungan dipimpin oleh Bapak Susanto perwakilan guru pembimbing SMA Negeri 4 Kota Depok. Kehadiran siswa dan guru pendamping diterima oleh Manajer Riset, PPM, Inovasi, dan Kerja Sama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Drs. Taufik Ampera, M.Hum. beserta staf kantor Kerja Sama Dra. Erlina, M.Hum. (Dosen Prodi Sastra Inggris) di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang.

Kunjungan ini merupakan kegiatan audiensi Goes to campus SMA Negeri 4 Kota Depok Tahun Pelajaran 2019/2020 guna mendapatkan informasi tentang berbagai hal seputar dunia perguruan tinggi termasuk sistem penerimaanya, sehingga diharapkan para siswa dapat mengembangkan wawasan yang pada akhirnya termotivasi dan percaya diri untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi khususnya ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Dalam sesi diskusi banyak pertanyaan yang dilontarkan siswa, di antaranya terkait, peminat untuk belajar ilmu budaya, prospek lulusan, proses pembelajaran, dan sistem seleksi masuk PT. Semua pertanyaan itu dijawab oleh perwakilan fakultas dengan cukup jelas dan disertai beberapa contoh yang menarik.

Diskusi Terpumpun “Peluang Kerja Sama FIB Unpad dengan Beograd.”

Senin, 6 Januari 2020. Duta Besar RI Beograd – Republik Serbia merangkap Republik Montenegro Mochammad Chandra Widya Yudha melakukan kunjungan ke FIB Unpad dalam rangka penjajakan perpanjangan kerja sama dan program diplomasi budaya. Pada kunjungan tersebut, Duta Besar RI yang juga almuni Hubungan Internasional FISIP Unpad betindak sebagai nara sumber pada Diskusi Terpumpun “Peluang Kerja Sama FIB Unpad dengan Beograd.” Peluang kerja sama antara Unpad dengan pihak Beograd sangat terbuka luas, di antaranya terkait dengan pengajaran Bahasa Indonesia untuk masyarakat Beograd dan festival budaya.

Sebelum melakukan diskusi terpumpun, Duta Besar RI untuk Beograd – Republik Serbia merangkap Republik Montenegro Mochammad Chandra Widya Yudha diterima oleh Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, S.E., M.S.

FIB UNPAD MENGGAGAS PROGRAM PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN TARI CIKERUHAN.

Kamis, 26 Desember 2019, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran melalui Kantor Riset, PPM, Inovasi, dan Kerja Sama melakukan FGD dalam rangka revitalisasi seni tradisi tari Cikeruhan. Tujuan penyelenggaraan FGD untuk merumuskan konsep revitalisasi tari Cikeruhan sebagai identitas Jatinangor serta menyusun agenda pertunjukan seni budaya Jatinangor tahun 2020. Revitalisasi tari Cikeruhan dilakukan dalam rangka penguatan program Sumedang sebagai Kabupaten Wisata, di antaranya wisata budaya. Untuk mewujudkan Kabupaten Sumedang sebagai Kabupaten Wisata, maka semua instrumen yang ada di wilayah Sumedang, harus dapat bersinergi untuk bersama-sama mendorong seluruh program kepariwisataan, di antaranya dengan Perguruan Tinggi, yaitu Universitas Padjadjaran. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa; “FIB Unpad berkomitmen untuk melestarikan dan mengembangkan tari Cikeruhan, selanjutnya akan mengagendakan program pelestarian dan pengembangan tari Cikeruhan melalui kolaborasi antara SDM FIB Unpad dengan pemerintah dan masyatakat Jatinangor”. Manajer Riset, PPM, Inovasi, dan Kerja Sama FIB Unpad mengungkapkan bahwa FGD yang diselenggarakan di FIB Unpad merupkan aktualisasi dan kepedulian akademisi dalam menjalankan amanat Undang-Undang No. 5 Tahun 2017, tentang Pemajuan Kebudayaan dalam rangka melindungi, memanfaatkan, dan mengembangkan kebudayaan, khususnya seni tari Cikeruhan.

Dari Pemeritahan Kecamatan Jatinangor hadir Eddih Muliadi selaku Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Jatinangor. Selain itu, hadir pula Ketua Paguyuban Seni Budaya Kecamatan Jatinangor, Satya Santana dan sejumlah anggota paguyuban.

Kerja Sama dengan Rusia, FIB Unpad Miliki Pusat Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Rusia

[unpad.ac.id, 26/12/2019] Dekan Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., Ph.D., bersama Dekan Fakultas Regional Studies dan Pendidikan Lintas Budaya Moscow Pedagogical State University (MPSU), Rusia, sekaligus Anggota Dewan dan Direktur Jenderal ANO Etnosfera Prof. Elena Aleksandrovna Omelchenko meresmikan Pusat Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Rusia yang berlokasi di Gedung Dekanat lantai 3 FIB Unpad, Senin (23/12) lalu.

Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., Ph.D., bersama Dekan Fakultas Regional Studies dan Pendidikan Lintas Budaya Moscow Pedagogical State University (MPSU) Rusia Prof. Elena Aleksandrovna Omelchenko meresmikan Pusat Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Rusia “Russian Education Center” di Gedung Dekanat lantai 3 FIB Unpad, Senin (23/12) lalu. (Foto: Yuli Hantoro/FIB)*

Pusat Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Rusia berdiri atas kerja sama FIB Unpad dengan Organisasi non-profit Pusat Pendidikan Lintas Budaya (Federasi Rusia) atau ANO Etnosfera.

“Kami sangat senang dan sangat menyambut hangat atas kerja sama dan dukungan pihak Rusia khususnya kepada prodi Sastra Rusia FIB Unpad, berupa bantuan berbagai fasilitas, yang tentunya nanti semua fasilitas ini akan sangat bermanfaat bagi upaya lebih meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa Rusia sekaligus lebih mengenalkan lagi budaya Rusia, tidak hanya bagi mahasiswa tetapi juga bagi seluruh sivitas akademika dan juga masyarakat umum,” ujar Yuyu.

Pusat Pendidikan dan Pengajaran Bahasa Rusia FIB Unpad merupakan pusat pengembangan program pendidikan dan pengajaran Bahasa Rusia jarak jauh yang didukung oleh tenaga-tenaga kompeten. Selain itu, juga sebagai pusat kegiatan kebudayaan, pendidikan, dan informasi yang bertujuan untuk pengembangan ilmu pengetahuan bahasa dan budaya Rusia di Republik Indonesia.

Di hari yang sama, ditandatangani naskah kerja sama oleh Dekan FIB Unpad dengan Anggota Dewan dan Direktur Jenderal ANO Etnosfera, Prof. Elena Alexandrovna Omelchenko. Penandatanganan naskah kerja sama diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan Federasi Rusia dan didukung oleh Fakultas Regional Studies dan Pendidikan Lintas Budaya Moscow Pedagogical State University (MPSU).

Selain dalam rangka pendirian Pusat Pendidikan dan Pengajaran, naskah kerja sama ditandatangani diantaranya untuk pengembangan kerja sama ilmu pengetahuan,  pendidikan, dan budaya, dengan penekanan pada hubungan persahabatan antara negara Federasi Rusia dengan Republik Indonesia.

Manajer Riset dan Kerja Sama FIB Unpad, Taufik Ampera, M.Hum., menyampaikan harapan agar kerja sama tersebut juga bisa dikembangkan pada hal-hal lain seperti pertukaran mahasiswa, peningkatan kompetensi dosen, program double degreejoin research, dan bentuk kerja sama lainnya.

Pada rangkaian acara penandatangan kerja sama tersebut, dilaksanakan pula seminar dengan tema “Bahasa dan Budaya Rusia di Era Modern”. Pada seminar tersebut delegasi dari Fakultas Regional Studies dan Pendidikan Lintas Budaya MPSU menyampaikan topik-topik yang menarik terkait dengan perkembangan bahasa dan budaya Rusia di era modern. Kegiatan seminar, selain dihadiri oleh dosen dan mahasiswa dari Program Studi Sastra Rusia juga dihadiri oleh komunitas peminat budaya Rusia yang ada di Bandung.*

Rilis: FIB Unpad/art

PUBLIKASI TOPONOMI BERBASIS DIGITAL

Kamis (12 Desember 2019), diadakan kegiatan Lokakarya Publikasi Toponomi Berbasis Digital di Aula Gedung D, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran. Lokakarya ini adalah bagian dari kerja sama Tim Peneliti Toponomi PSN Kemenristekdikti dan Paguyuban Mahasiswa Sastra Sunda (Pamass) Unpad. Para pembicara yang menjadi narasumber di antaranya: Yoga Maulana Sidik (mahasiswa S-1 Program Studi Sastra Sunda FIB UNPAD), Solehudin Fuzi, S. Hum. (mahasiswa S-2 Ilmu Linguistik FIB UNPAD), Onin Najmudin, M.Hum. (mahasiswa S-3 Ilmu Linguistik FIB UNPAD), dan Suprianto (praktisi IT).

Ketua Tim Penelitian Toponomi, Prof. Dr. Cece Sobarna, M.Hum., menjelaskan bahwa lokakarya ini adalah bagian dari riset toponomi yang dilakukan di Jawa Tengah yang selama ini menjadi fokus peneliatiannya. Adapun Tim Peneliti Toponomi adalah Prof. Cece Sobarna, Dr. Gugun Gunardi, dan Asri Soraya, M.Hum. “Riset saya terkait dengan toponimi Jawa Tengah. Kenapa ini dipilih? Karena di Jawa Tengah masih ada nama tempat yang mengandung  ci– yang merupakan penamaan tempat khas di daerah Jawa Barat (Sunda).”

Menurut Prof. Cece, jangka waktu penelitian toponomi telah selesai dilaksanakan selama tiga tahun. Hasilnya ada tiga kabupaten yang masih berbahasa Sunda dan banyak ditemukan penamaan tempat berbahasa Sunda, yaitu di Brebes, Cilacap, dan Banyumas. “Nah, jadi penelitian ini  sebetulnya masih dapat berlangsung sekalipun rentang waktu yang diberikan tiga tahun. Jadi, sekarang ini merupakan tahun terakhir dan penelitian ini termasuk penelitian terapan. Terapan ini tentu ada ilmu lain yang membantu mengeksplorasi terkait dengan hasil riset ini, terutama dari konsep digitalnya mengingat berbagai segi kehidupan dewasa ini sangat berhubungan erat dengan dunia digital, terutama pada kaum milenial,” ujar Guru Besar Ilmu Linguistik ini menjelaskan.

Lebih jauh Prof. Cece menjelaskan, ke depan riset-riset terapan akan banyak dipakai dalam berbagai penelitian, begitu juga dengan penelitian yang berbasis digital. “Untuk persiapan itu, sengaja saya mengundang para narasumber yang banyak bersentuhan dengan dunia digital dengan peserta mahasiswa S-1, karena ke depan tentu saja mereka-mereka inilah yang kan mengembangkan penelitian selanjutnya, terutama dalam hal pemanfaatan teknologi dan digital.”

Pemateri pertama, Yoga Maulana Sidik menjelaskan tentang toponomi tempat-tempat yang ada di Rancaékék. Penelitian toponomi Rancaékék adalah penellitian skripsi Yoga yang saat ini sedang ia kerjakan. Menurut Yoga, penelitian ini sengaja diambil karena ingin mengkaji dan mengabadikan nama-nama tempat yang ada di daerahnya sendiri, yakni di Rancaékék.

“Rancaékék berasal dari dua kata yaitu ranca dan ékék. Ranca berarti “rawa” dan ékék berarti “burung ékék”. Nama Rancaékék diambil karena di daerah tersebut terdapat rawa yang luas dan terdapat banyak burung ekek di dalamnya. Apabila sekarang di Rancaekek sering banjir, tidak heran, karena namanya saja ranca atau rawa,” Yoga menjelaskan.

Pemateri kedua, Onin Najmudin menjelaskan tentang kiat-kiat dalam melakukan penelitian toponomi, menurutnya ada tiga kata kunci utama dalam penelitian toponomi, yang pertama menjadikan nama tempat sebagai identitas, yang kedua menjadikan nama tempat sebagai warisan budaya, dan yang ketiga menjadikan nama tempat sebagai brand atau produk.

“Di lapangan kita bisa menemukan fenomena apa saja yang terjadi di masyarakat berkaitan dengan nama tempat, peristiwa apa yang terjadi di masyarakat berkaitan dengan nama tempat, dan pengalaman apa yang terjadi di masyarakat berkaitan dengan nama tempat. Dari ketiga hal itu, kita sudah bisa memulai melakukan penelitian terhadap toponomi satu daerah.”

Pemateri ketiga, Solehudin Fauzi memaparkan toponomi di media sosial. Munurut Aleh (panggilan akrabnya), zaman sekarang media sosial sudah menjadi kebutuhan. Segala informasi bisa didapatkan di media sosial sehingga hal itu dapat dimanfaatkan menjadi akses dalam penyebarluasan informasi mengenai toponimi. Kita harus peduli dengan nama tempat agar kita tidak kehilangan atau diakui oleh negara lain.

“Sekarang ini kita tahu bahwa banyak orang ber-selfie ria atau orang orang kadang umumnya suka memfoto tempat-tempat yang indah atau yang dia sukai? Kemudian di-upload ke Instagram. Melihat hal tersebut kita bisa menjadikannya sebagai pemancing untuk toponimi ini. Kenapa tidak temen-teman yang suka selfie kemudian background belakangnya pantai atau gunung sambil menceritakan asal usul gunung tersebut atau asal usul pantai atau asal usul kampung tersebut nah nanti di bawahnya memakai hashtag misal #toponomisekitarku #toponimigarut ini juga bisa menjadi sebagai fokus penelitian. Jadi, kita bisa menyebarkan informasi mengenai toponimi ini via hashtag,” jelas Aleh yang juga menjadi admin instagram toponomi di sekitarku ini.

Pemateri terakhir, Suprianto menjelaskan tentang digitalisasi toponomi yang sudah ia kerjakan di website toponomi.id. Menurut Suprianto, website toponomi.id adalah website biasa, tapi memiliki konten yang luar biasa karena menampilkan maps dan titik-titik penelitian toponomi hasil penelitian. Untuk kedepannya, fitur-fitur yang ada di toponomi.id ini bisa dikembangkan dengan lebih interaktif dengan bantuan para peneliti-peneliti toponomi.

“Jadi, nanti mungkin kita bisa ngobrol lebih lanjut apakah brand toponimi.id ini boleh digunakan untuk misalnya ‘aliansi para peneliti toponimi di indonesia’? Menurut saya teknologinya bisa, tapi nanti tinggal bagaimana prosesnya dan juga setuju atau tidaknya,” kata Suprianto menutup kegiatan lokakarya.*** (Irma Nurhidayah/Indriani Asharisya)

Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Pada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik: Prof. Dr. Keri Lestari, S.Si., M.Si., Apt. beserta Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unpad Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D. lakukan kunjungan kerja menghadiri Dies Natalis Ke-70 Shanghai International Studies University (SISU)

Shanghai, Minggu, 7-8 Desember 2019. Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Pada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik:
Prof. Dr. Keri Lestari, S.Si., M.Si., Apt. beserta Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unpad Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D. telah melaksanakan kunjungan kerja menghadiri Dies Natalis Ke-70 Shanghai International Studies University (SISU) sekaligus membahas perpanjangan kerja sama antara Universitas Padjadjaran dan Shanghai International Studies University (SISU) yang telah berlangsung selama 15 tahun. Ke depan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Unpad akan memiliki kesempatan kuliah di Universitas Padjadjaran dan Shanghai International Studies University (SISU) dan mahasiswa SISU tetap akan mengambil SKS Fakultas Ilmu Budaya Unpad.

Selain pertukaran pelajar, Fakultas Ilmu Budaya Unpad pun dipercaya untuk mengembangkan kurikulum pendidikan Bahasa Sunda di Universitas Padjadjaran dan Shanghai International Studies University (SISU) dalam skema join riset pengayaan Buku Ajar Bahasa Sunda untuk Penutur Asing. Selain dua kegiatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian Pada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Prof. Dr. Keri Lestari, S.Si., M.Si., Apt. pun berkesempatan menghadiri Forum Rektor yang dihadiri 32 universitas dunia dan 19 universitas Tiongkok untuk berbagi pengalaman membahas strategi menuju World Class University. Semoga kerja sama kedua universitas ini semakin menguntungkan kedua belah pihak.

Kerja Sama antara Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian dengan Fakultas Ilmu Budaya Unpad

Kamis, 5 Desember 2019, dilaksanakan penandatanganan naskah Kerja Sama antara Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian dengan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran tentang Pemanfaatan Bersama Sumberdaya Koleksi Perpustakaan dan Museum untuk Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Manusia dalam Pelestarian Budaya Pertanian. Penandatanganan naskah kerja sama berlangsung di Museum Tanah dan Pertanian, Bogor. Naskah kerja sama ditandatangani oleh Kepala Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian, Dr. Ir. Retno Sri Hartati Mulyandari, M.Si. dan Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unpad yang diwakili oleh Manajer Riset, Pengabdian pada Masyarakat, Inovasi, dan Kerja Sama, Drs. Taufik Ampera, M.Hum.

Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Budaya menyelenggarakan “PUBLIC LISTENING” diskusi dan tanya jawab seputar Kesehatan Mental dan Manajemen Diri

Rabu, 04 Desember 2019. Kantor Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Budaya menyelenggarakan “PUBLIC LISTENING” diskusi dan tanya jawab seputar Kesehatan Mental dan Manajemen Diri dengan Narasumber Dr. Hj. Titin Nurhayati Ma’mun, M.S (Dosen/Kaprodi Sastra Arab Fakultas Ilmu Budaya Unpad) bertempat di Ruangan National Building Corner Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Unpad. Latar Belakang: Kesehatan mental merupakan permasalahan yang cukup serius di lingkungan kampus di Indonesia. Tidak sedikit mahasiswa yang mengalami masalah gangguan kesehatan mental yang berujung dengan bunuh diri. Untuk menghadapi hal tersebut, diperlukan kondisi dimana seseorang mahasiswa dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga mahasiswa tersebut dapat menyadari kemampuan diri sendiri, mengatasi tekanan, dan mampu untuk melakukan yang terbaik untuk kehidupannya. Ketidakmampuan akan hal-hal tersebut membuat mahasiswa terpuruk pada kondisi stres, bahkan depresi sehingga tidak sedikit mahasiswa yang memilih jalan untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Oleh karena itu, pengetahuan mengenai permasalahan kesehatan mental sangatlah diperlukan, khususnya bagi kalangan milenial yang cenderung dilanda stress lebih tinggi. Adapun tujuan dari penyelenggaraan acara ini adalah: Peserta mampu mengenali dan menganalisa kesehatan mental diri sendiri, Peserta dapat memahami gejala serta penyebab timbulnya depresi dan mampu untuk mengatasinya, dan Peserta dapat memanage diri dengan baik, dan terhindar dari resiko gangguan kesehatan mental.

Departemen Susastra dan Kajian Budaya menggelar diskusi dengan tema “Berkisah di Sembir,” membahas buku kumpulan cerita pendek yang berjudul “Orang-orang Pinggiran” karya Lea Pamungkas.

Selasa, 3 Desember 2019. Departemen Susastra dan Kajian Budaya, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran, menggelar Diskusi yang bertajuk “Berkisah di Sembir,” yang membahas buku kumpulan cerita pendek yang berjudul “Orang-orang Pinggiran” karya Lea Pamungkas. Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan Dr. Mumuh Muhsin Z, M.Hum. di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang.


Kisah-kisah ini menunjukan kepedulian, dan kerja konsisten Lea Pamungkas dalam mengusahakan terdengarnya suara-suara marginal yang ada di negeri ini, baik sebagai penulis fiksi, jurnalis, maupun aktivis HAM. Buku rampai yang pada April 2019 lalu diluncurkan di Leiden, Belanda ini, dibahas oleh Dr. Lina Meilinawati Rahayu, H. Hum. (Ketua Program Studi Sastra Indonesia FIB-Unpad); Hikmat Gumelar (penulis, penyair); Nana Suryana, M. Hum. (dosen Sastra Indonesia FIB-Unpad); dan Lea Pamungkas sendiri. Diskusi ini diikuti oleh sebuah pertunjukan teater berjudul “Ini Akhir Musim Gugur,” yang berangkat dari salah satu cerita pendek yang terhimpun dalam buku tersebut.

Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman kunjungi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran

Jumat, 29 November 2019. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman Dr. H. Masrur, M.Hum. beserta para wakil dekan, kunjungi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Kunjungan ini dalam rangka mempelajari seluk beluk pembukaan program studi Sastra Mandarin (Bahasa dan Budaya Tiongkok) berikut kurikulum sebagai bahan acuan dalam pembentukan Prodi baru di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman. Rombongan disambut oleh Wakil Dekan Fib Unpad Dr. Mumuh Muhsin Zakaria, M.Hum. didampingi para Manajer dan Kaprodi D4 Bahasa dan Budaya Tiongkok beserta staf.