Kunjungan SMA Negeri II Kota Tangerang Selatan

SMA Negeri II Kota Tangerang Selatan kunjungi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (12/11/2019). Siswa yang hadir sebanyak 88 orang siswa kelas XII, dan 6 orang guru pendamping. Kunjungan dipimpin oleh Ibu Rosidah perwakilan guru pembimbing Sekolah SMA Negeri II Tangerang Selatan. Kehadiran siswa dan guru pendamping diterima oleh Manajer Riset, PPM, Inovasi, dan Kerja Sama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Drs. Taufik Ampera, M.Hum. beserta staf di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang. Kunjungan ini merupakan kegiatan audiensi visit to campus SMA Negeri II Tangerang Selatan guna mendapatkan informasi tentang berbagai hal seputar dunia perguruan tinggi termasuk sistem penerimaanya, sehingga diharapkan para siswa dapat mengembangkan wawasan yang pada akhirnya termotivasi dan percaya diri untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi khususnya ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran

Dua Guru Besar Baru Fakultas Ilmu Budaya

[unpad.ac.id, 8/11/2019] Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., mengukuhkan dua guru besar baru dalam Prosesi Pengukuhan dan Orasi Ilmiah Jabatan Guru Besar yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (8/11) siang.

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., mengukuhkan dua guru besar baru Fakultas Ilmu Budaya, yaitu: Prof. Dr. Eva Tuckyta Sari Sujatna, M.Hum., dan Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., PhD., dalam Prosesi Pengukuhan dan Orasi Ilmiah Jabatan Guru Besar yang digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Jumat (8/11) siang. (Foto: Arief Maulana)*

Dua guru besar yang dikukuhkan tersebut berasal dari Fakultas Ilmu Budaya, yaitu: Prof. Dr. Eva Tuckyta Sari Sujatna, M.Hum., dan Prof. Aquarini Priyatna, M.A., M.Hum., PhD. Prof. Eva dikukuhkan sebagai guru besar bidang Ilmu Linguistik, sedangkan Prof. Aquarini dikukuhkan sebagai guru besar pada bidang Ilmu Sastra dan Gender.

Dalam prosesi tersebut, Prof. Eva menyampaikan orasi ilmiah dengan judul “Peran Linguistik dalam Pariwisata”. Lewat orasinya, Prof. Eva menyampaikan bahwa linguistik berperan penting dalam menyiapkan informasi yang lengkap di bidang kebudayaan dan pariwisata serta mendorong pengembangan destinasi pariwisata unggulan sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 16 tahun 2005 tentang Kebijakan Pembangunan Kebudayaan dan Pariwisata.

” Sebagai pengetahuan dasar dalam berkomunikasi, bahasa tidak hanya berfungsi sebagai media yang menghubungkan para wisatawan dan penduduk lokal, tetapi juga sebagai alat promosi  pariwisata yang ditawarkan kepada calon wisatawan yang akan berkunjung ke Indonesia,” ujarnya.

Prof. Eva menjelaskan, peran linguistik dalam pariwisata ditemukan pada penamaan jalan hingga lokasi destinasi wisata yang meliputi wisata alam, sejarah, maupun kuliner. Karena itu, bahasa merupakan unsur yang tidak bisa dipisahkan dari upaya promosi wisata.

“Saya mengusulkan agar para linguis ikut berkontribusi dengan melibatkan diri pada riset-riset linguistik yang berhubungan dengan pariwisata,” terang Prof. Eva.

Sementara itu, Prof. Aquarini menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Auto/Biografi Sebagai Narasi Feminin/Feminis: Perlintasan Lokal-Global, Selebritas, dan Budaya Populer”. Prof. Aquarini mengatakan, narasi mengenai hidup perempuan dapat membongkar lebih dalam dan jauh mengenai pandangan/nilai yang acapkali dianggap benar dan sakral.

“Narasi mengenai hidup perempuan, terutama yang ditulis perempuan, juga memberikan artikulasi bagi hidup dan cara hidup perempuan yang seringkali dianggap sekunder dan marjinal,” ujar Prof. Aquarini.

Dalam penelitian yang dilakukan pada sejumlah auto/biografi perempuan, khususnya pada kaum selebritas Indonesia, Prof. Aquarini menemukan adanya kompleksitas feminitas yang ditunjukkan dan dinegosiasikan oleh selebritas perempuan, baik dalam ruang publik maupun privat/domestik.

“Melalui tindak auto/biografis yang mereka lakukan, para selebritas ini telah mengevaluasi ulang dan menegaskan kembali femininitas dengan cara yang berbeda, sedemikian sehingga mereka menciptakan bentuk baru feminitas yang merangkul nilai-nilai lokal dan global, bentuk baru femininitas yang memungkinkan mereka merayakan kehidupannya dan dirinya sebagai perempuan baik di ranah publik maupun ranah domestik,” papar Prof. Aquarini.

Di hari yang sama, Rektor juga mengukuhkan Prof. Dr. Zuzy Anna, M.Si., dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan serta Prof. Dr. rer. nat. Yudi Rosandi, M.Si., dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.*

Laporan oleh Arief Maulana

Chosyatillah Jerman 2016 Wisudawan Terbaik, Tuntaskan Studi Sarjana 3 Tahun

[unpad.ac.id, 6/11/2019] Chosyatillah dari Sastra Jerman Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran terpilih menjadi Wisudawan Terbaik Program Sarjana pada Wisuda Lulusan Unpad Gelombang I tahun akademik 2019/2020, 5 – 7 November 2019. Ia lulus dengan IPK 3,79 dan masa studi 3 tahun.

Chosyatillah, wisudawan dari program studi Sastra Jerman Universitas Padjadjaran terpilih Wisudawan Terbaik Program Sarjana pada Wisuda Lulusan Unpad Gelombang I tahun akademik 2019/2020, 5 – 7 November 2019. (Foto: Arief Maulana)*

Perempuan yang akrab disapa Tilla ini diwisuda pada pelaksanaan sesi IV di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur Nomor 35, Bandung, Rabu (6/11). Tilla mengaku senang dan tidak menyangka mendapatkan predikat sebagai salah satu Wisudawan Terbaik Unpad.

Sudah sejak lama Tilla sangat tertarik belajar bahasa Jerman. Sebelum kuliah di Unpad, Tilla sudah mengambil sejumlah sertifikasi bahasa Jerman yang diakui secara internasional. Ketika kuliah pun Tilla rajin untuk meningkatkan kemampuannya itu dan mengambil sejumlah sertifikasi. Hal inilah yang membuatnya dapat menjalani studi lebih cepat.

“Punya sertifikat dari sebelum kuliah, tapi semenjak kuliah saya kejar sertifikat terus untuk ngejar level yang ke atas lagi,” ungkap Tilla saat ditemui sebelum pelaksanaan wisuda.

Perempuan kelahiran Palembang, 8 November 1998, ini mengaku sangat mengagumi sistem pendidikan di Jerman. Ketika kuliah pun Tilla sempat mengikuti kegiatan di  Jerman melalui program beasiswa dari DAAD.

Menurut Tilla, selain kemampuan bahasa, hal penting yang harus ditingkatkan adalah kemampuan berorganisasi dan meningkatkan prestasi. Selama kuliah, Tilla pun aktif di sejumlah kegiatan kemahasiswaan dan mengikuti sejumlah kompetisi.

Beberapa organisasi yang diikuti Tilla diantaranya Himpunan Mahasiswa Sastra Jerman Unpad, Himpunan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jerman Indonesia, Ikatan Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jerman Indonesia, serta Ikatan Putra Putri Praja Pariwisata.

Selain itu, ia juga merupakan penerima beasiswa Program Pertukaran Mahasiswa di Ramkhamhaeng Thailand 2018, peraih runner up I Duta Wisata Kabupaten Musi Banyuasin 2017, menjadi delegasi Unpad dalam Konferensi Mahasiswa Bahasa dan Sastra Jerman Indonesia 2017, serta menjadi Duta Favorit Putra Putri Praja Pariwisata Indonesia 2017.

“Kita kan tidak cukup hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi kita juga harus memiliki kemampuan di bidang lain,” tutur  Tilla.

Dengan kegiatannya yang cukup banyak, Tilla sempat merasa kesulitan membagi waktu antara belajar dan berbagai aktivitas lainnya. Namun tekad yang kuat menjadikan Tilla mampu untuk menjalaninya dengan baik.

“Mau enggak mau saya harus bisa. Jadi karena tekad yang besar itu saya harus bisa membagi waktu saya,” ujar Tilla.

Untuk ke depannya ,Tilla  mengungkapkan akan semakin meningkatkan berbagai kemampuannya melalui studi lanjut. Tilla pun sudah lama bercita-cita menjadi seorang diplomat. Dengan menjadi diplomat, Tilla ingin memberikan sumbangsih bagi negara.

“Saya ingin mmeberikan sumbangsih bagi Indonesia dengan kemampuan-kemampuan yang saya miliki,” ujarnya.*

Laporan oleh Artanti Hendriyana/am

Peringatan Dies Natalis ke-61 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran

Kamis, 31 Oktober 2019. Peringatan Dies Natalis ke-61 Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran berlangsung di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang (PSBJ) kampus FIB Unpad, Jatinangor,

Dekan FIB Unpad Yuyu Yohana Risagarniwa, PhD, menyampaikan sambutan terkait Dies Natalis ke-61. Berbagai capaian telah diraih FIB Unpad seperti peningkatan prestasi sivitas akademika di kancah nasional dan internasional, kerja sama dengan berbagai instasi dari dalam dan luar negeri, capaian akreditasi program studi, hingga berbagai kegiatan pendidikan, peneltian, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Dengan perjalanan lebih dari enam dekade, FIB Unpad telah menjadi bagian dari Universitas Padjadjaran dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945,” ujar Yuyu.

Rektor pun mengapresiasi berbagai capaian yang telah diraih oleh fakultas. Diharapkan, FIB Unpad mampu meningkatkan inovasi di kancah internasional. Selain itu, FIB Unpad juga dapat terus menghadapi tantangan perkembangan zaman, di antaranya melalui penguasaan teknologi komunikasi informasi.

“Karya berikutnya ditunggu, bukan hanya oleh Unpad, tapi oleh Jawa Barat, oleh Indonesia, dan oleh masyarakat dunia. Dengan demikian Unpad memang betul-betul diakui, bukan hanya dari sisi ranking, bukan dari akreditasi, memang kita punya karya yang murni original adalah hasil desain dari stakeholders Unpad semua,” ujar”Rektor.

Dikatakan Rektor, Unpad berkomitmen untuk berkontribusi dalam mencetak sumber daya manusia unggul di Indonesia emas 2045, yang tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki keterampilan dan karakter. Di dalam karakter ini adalah budaya.

“Jadi budaya dalam arti yang luas itu tidak hanya miliki Fakultas Ilmu budaya, tapi budaya dalam arti yang luas itu adalah harus dimiliki oleh seluruh SDM Unpad,” ujar Rektor.

Dalam acara Dies Natalis FIB Unpad tersebut, Rektor meresmikan ruang kerja dosen di lingkungan FIB Unpad. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Rektor serta disaksikan langsung oleh Dekan FIB Unpad.

Acara utama peringatan Dies Natalis ke-61 FIB Unpad diisi orasi ilmiah Duta Besar Republik Indonesia untuk Polandia Dra. Siti Nugraha Mauludiah, MIA, dengan judul “Diplomasi Budaya Indonesia dalam Kancah Internasional”.*

Laporan: humas@unpad.ac.id oleh Artanti Hendriyana/am

Gemasi’s English Competition (GEC)

Himpunan Mahasiswa Sastra Inggris Unpad, GEMASI, kembali menyelenggarakan Gemasi’s English Competition (GEC) yang ke empat sejak pertama kali diadakan pada tahun 2016. Kompetisi yang dilombakan yaitu Speech, Essay Writing, Poetry Reading, dan Story Telling. Khusus untuk Story Telling, hanya diperuntukkan bagi siswa sekolah menengah atas (SMA)/sederajat (high school).

Selanjutnya, untuk Speech, kompetisi ini dibagi berdasarkan jenjang, yaitu untuk mahasiswa (varsity) dan siswa sekolah menengah atas (SMA)/sederajat (high school). Kompetisi lainnya diperuntukkan bagi mahasiswa (varsity). Juri-juri yang diundang berasal dari berbagai institusi, di antaranya Universitas Padjadjaran, Universitas Widyatama, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Poltek POS Bandung, dan Wallstreet Dago Bandung. Adapun peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi dan sekolah menengah atas di antaranya dari Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

Hadir dalam pembukaan acara, Kepala Prodi Sastra Inggris Unpad, Dr. Elvi Citraresmana, M.Hum, dan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya, Dr. Mumuh Muhsin Z, M.Hum. sekaligus membuka kegiatan ini yang akan berlangsung selama dua hari, yaitu sejak tanggal 18 s.d 19 Oktober 2019, bertempat di Gd. Rektorat Universitas Padjadjaran Kampus Jatinangor.

“Pertemuan Ilmiah Internasional Bahasa Arab ke-XII” dan Muktamar VI Ikatan Pengajar Bahasa Arab di Indonesia (IMLA)

[unpad.ac.id, 16/10/2019] Universitas Padjadjaran melalui Program Studi Sastra Arab menjadi penyelenggara acara “Pertemuan Ilmiah Internasional Bahasa Arab ke-XII” dan Muktamar VI Ikatan Pengajar Bahasa Arab di Indonesia (IMLA) di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Rabu (16/10) hingga Jumat (18/10).

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., membuka “Pertemuan Ilmiah Internasional Bahasa Arab ke-XII” dan Muktamar VI Ikatan Pengajar Bahasa Arab di Indonesia (IMLA) di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Rabu (16/10)

Kegiatan digelar atas kerja sama prodi Sastra Arab Unpad dengan IMLA dan lembaga Experts of Academic Excellence Research Centre (EAERC). Acara diikuti oleh sejumlah peserta dari dalam maupun luar negeri.

Ketua pelaksana kegiatan, Dr. Ade Kosasih, M.Ag., mengatakan, pertemuan dan muktamar ini digelar untuk meningkatkan kapasitas pengajar bahasa, sastra, dan budaya Arab melalui diskusi dan pertukaran informasi dalam pertemuan ilmiah internasional.

“(Kegiatan ini) menjadi sarana untuk memperkenalkan inovasi, gagasan, dan konsep baru di bidang bahasa, sastra, dan budaya Arab serta membuka kajian interdisiplin dan multidisiplinnya,” kata Dr. Ade.

Pertemuan ilmiah ini menggelar sejumlah kegiatan, meliputi: seminar internasional, Musyawarah Nasional Asosiasi Prodi Bahasa Arab dan Prodi Bahasa dan Sastra Arab, serta Muktamar ke-IV IMLA. Adapun peserta dari luar negeri sendiri tercatat berasal dari berbagai negara, antara lain: Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yaman, dan Mesir.

Rektor Unpad Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., dalam sambutannya mengungkapkan, kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan sejumlah penjajakan kerja sama di bidang Tridarma, hingga penguatan program studi bahasa Arab di Unpad maupun perguruan tinggi lainnya.

“Silakan seluruh pembicara pada konferensi mengungkapkan gagasan dan berdiskusi. Mudah-mudahan dihasilkan satu kesimpulan untuk tindak lanjut penguatan mutu pengajaran bahasa Arab di Indonesia, regional, dan global,” ujar Rektor.

Rektor juga mendorong seluruh pengajar dan pengelola prodi agar bisa mengimplementasikan berbagai hasil yang dicapai pada pertemuan dan muktamar ini.

Pada pembukaan acara tersebut, Rektor didampingi Wakil Rektor Bidang Riset, Pengabdian kepada Masyarakat, Kerja Sama, dan Korporasi Akademik Dr. Keri Lestari, M.Si., Apt., serta Dekan Fakultas Ilmu Budaya Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., PhD.*

Laporan humas@unpad.ac.id oleh Arief Maulana

SMA Islam Al-Azhar VIII Kota Bekasi kunjungi FIB

SMA Islam Al-Azhar VIII Kota Bekasi kunjungi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Siswa yang hadir sebanyak 110 orang merupakan siswa kelas XII. Kunjungan dipimpin langsung oleh Kepala Sekolah SMA Islam Al-Azhar VIII Kota Bekasi Bapak Imam Sudiro beserta 5 orang guru pendamping. Kehadiran siswa dan guru pendamping diterima oleh Manajer Riset, PPM, Inovasi, dan Kerja Sama Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran Drs. Taufik Ampera, M.Hum. beserta staf di Aula Pusat Studi Bahasa Jepang. Kunjungan ini merupakan kegiatan visit to campus SMA Islam Al-Azhar VIII Kota Bekasi guna mendapatkan informasi tentang berbagai hal seputar dunia perguruan tinggi termasuk sistem penerimaanya, sehingga diharapkan para siswa dapat mengembangkan wawasan yang pada akhirnya termotivasi dan percaya diri untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi khususnya ke Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran.

Rapat Koordinasi Panitia IMLA dengan Rektor Universitas Padjadjaran

Rapat Koordinasi Panitia IMLA dengan Rektor Universitas Padjadjaran, Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE. menjelang pelaksanaan Pertemuan Ilmiah Internasional Bahasa Arab (PINBA) XII dan Muktamar VI Asosiasi Pengajar Bahasa Arab/Ittihadu Mudarrisi al-Lughah al-‘Arabiyyah (IMLA) yang akan berlasung pada tanggal 16 s/d. 18 Oktober 2019 mendatang. Perhelatan akbar PINBA ini akan menghadirkan pembicara tamu dari mancanegara dan diikuti para pemakalah dari negara-negara Timur Tengah dan Asean.

Kuliah umum Dr. Anna Cunningham

Kuliah umum dari Dr. Anna Cunningham, Director of International Affairs, National University of Ireland tentang peluang lulusan Sastra Inggris untuk studi lanjut Master dan Doktor di bidang bahasa Inggris, Linguistik, Translation Studies, Sastra dan Budaya. Beliau adalah Kepala Kantor Internasional National University of Ireland. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Prodi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (23/09/2019).

Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., Jadi Rektor Terpilih Unpad 2019-2024 Secara Aklamasi

[unpad.ac.id, 6/10/2019] Majelis Wali Amanat menetapkan Prof. Dr. Rina Indiastuti, M.SIE., sebagai Rektor terpilih Universitas Padjadjaran periode 2019-2024. Penetapan Prof. Rina sebagai rektor dilakukan melalui sidang pleno yang digelar MWA Unpad di Ruang Serba Guna Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Minggu (6/10).

Ketua MWA Unpad Rudiantara mengatakan, penetapan Prof. Rina sebagai rektor dilakukan berdasarkan aklamasi yang dilakukan oleh seluruh anggota MWA Unpad. Proses aklamasi ini menjadi satu kelebihan dalam proses pemilihan rektor di Unpad, mengingat tidak digunakannya sistem voting dalam pemilihan tersebut.

“Aklamasi 100 persen, bahkan tidak dilakukan perhitungan suara,” ujar Rudiantara dalam jumpa pers yang digelar di ruang Executive Lounge Unpad, Minggu (6/10) sore.

Jumpa pers tersebut dihadiri oleh seluruh anggota MWA Unpad, termasuk di antaranya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil serta Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti RI Prof. Ismunandar mewakili Menristekdikti.

Lebih lanjut Menteri Komunikasi dan Informatika RI tersebut mengatakan, pemilihan rektor dari 6 Calon Rektor ini bukan untuk mencari yang terbaik. Ia menegaskan, rektor terpilih merupakan sosok yang bisa melengkapi satu sama lain.

“Para 6 Calon Rektor ini mereka saling berkomitmen kalau mereka dipilih, mereka mau mengajak dan memanfaatkan program yang bagus dari yang lain. Yang tidak dipilih, mereka mau mendukung dan menjadi tim dari Rektor dipilih. Jadi ini suasananya kekeluargaan tapi tetap mendahulukan kualitas,” kata Rudiantara.

Pada proses pemilihan Rektor Unpad 2019-2024 ini, ada sejumlah tahapan yang dilakukan. Mulai dari penjaringan Bakal Calon Rektor secara daring, penetapan Calon Rektor melalui sidang pleno Senat Akademik, hingga meminta masukan dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

Selain itu, penilaian juga dilakukan dari rekam jejak perilaku media sosial, penilaian dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, hingga asesmen oleh Telkom Assessment Center Indonesia.

Target Masuk 500 Besar PTN Dunia

Rudiantara mendorong Rektor dipilih dapat menakhodai Unpad untuk masuk menjadi 500 besar perguruan tinggi dunia. Upaya ini merupakan target pemerintah kepada Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum.

“Kita buat program strategis dan program quick win. Sampai dengan akhir tahun, MWA akan membantu Rektor dipilih untuk menyiapkan program strategisnya,” kata Rudiantara.

Sementara itu, Prof. Rina mengatakan, untuk bisa mencapai target 500 perguruan tinggi kelas dunia dibutuhkan kerja sama yang baik dengan seluruh unsur. “PTN Badan Hukum dituntut masuk 500 top perguruan tinggi dunia, tidak mungkin dijalankan sendirian. Unpad punya momentum baik bersama-sama untuk jalan menuju 500 perguruan tinggi kelas dunia,” terang Prof. Rina.

Terkait program quick win, ada sejumlah rencana program yang akan dijalankan. Pertama, Unpad akan mengevaluasi organisasi kemahasiswaan. Ini bertujuan agar energi mahasiswa melalui organisasi kemahasiswaan dapat tersalurkan dengan baik.

“Mahasiswa kita rancang untuk lulus tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi punya kompetensi lainnya,” kata Prof. Rina.

Selain itu, Unpad juga berkomitmen meningkatkan dukungan untuk Jawa Barat. Program keterbukaan akses pendidikan bagi masyarakat Jawa Barat akan tetap dipertahankan. Salah satu wujud dukungan lainnya adanya pendirian Pusat Studi Jawa Barat.

Upaya ini menjadi harapan bagi Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Dalam kesempatan tersebut, Ridwan Kamil berharap agar Pusat Studi Jawa Barat di Unpad dapat mendukung penyelesaian beragam problematikan di Jawa Barat dalam lima tahun ke depan.

Prof. Rina Indiastuti merupakan guru besar pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unpad. Lahir di Kediri, 10 Januari 1961, Prof. Rina menyelesaikan studi Sarjana Ekonomi di Unpad pada 1984, Magister Manajemen Industri di ITB pada 1989, dan Doktor Ekonomi Industri di Osaka Prefecture University, Jepang, pada 1999.

Prof. Rina pernah menjabat sebagai Pembantu Rektor Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Unpad 2009-2012, Wakil Rektor Bidang Perencaan, Sistem Informasi, dan Keuangan pada 2012-2015, serta Sekretaris Ditjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti RI 2017-2019.

Prof. Rina akan dilantik sebagai Rektor Unpad melalui upacara pelantikan yang akan digelar di Grha Sanusi Hardjadinata Unpad, Jalan Dipati Ukur No. 35, Bandung, Senin (7/10).*

Laporan oleh Arief Maulana