SDG 2025

Berita, SDG 2025

Magang di Second Chance, Mahasiswa FIB Unpad Mendapat Penurunan UKT Sambil Menulis Skripsi

Second Chance, sebuah toko barang bekas, merupakan kreasi unik dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Toko ini tidak hanya memberikan kesempatan untuk penjualan barang bekas, tetapi juga memberikan pembantuan finansial untuk mahasiswa dari latar belakang keluarga yang berpenghasilan rendah. Toko Second Chance dimulai dari imbauan Prof. Aquarini Priyatna, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, pada tahun 2023. Toko ini bertujuan sebagai penjualan baju-baju dan barang-barang yang bagus dengan harga murah melalui sumbangan barang-barang yang masih layak untuk tidak dipakai. Namun, lebih penting lagi, program ini memberikan keuntungan finansial untuk mahasiswa karena dapat membantu dalam peringanan UKT. Manajer Operasi, Bu Ferli mengatakan, “Program magang ini membantu jika ada yang kesulitan urusan UKT atau yang beasiswa telat, seperti yang mendapat beasiswa KIP tetapi dananya masih belum turun.”  Awalnya, program ini ingin diadakan sebagai unit usaha, tetapi kemudian dijadikan charity shop agar toko tidak harus menempuh target spesifik dan sekaligus membantu mahasiswa dengan latar belakang finansial yang rendah.  Setiap semester, terdapat dua orang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya yang magang di Second Chance. Di tahun sebelumnya, mahasiswa yang magang berasal dari Sastra Indonesia dan Sastra Jepang. Tahun ini, terdapat mahasiswa dari Sastra Prancis dan Sastra Jepang pada semester genap, kemudian dua mahasiswa dari Sastra Indonesia pada semester ganjil ini.  Mahasiswa yang diperuntukkan untuk mengikuti program magang ini adalah mahasiswa yang sedang melakukan skripsi dan membutuhkan keringanan UKT.  Selama mereka magang, mahasiswa dapat bekerja di toko, yang juga berlokasi di fakultas, sambil mengerjakan skripsi.  Saat Second Chance diadakan, fakultas mengadakan pendaftaran program magang secara terbuka. Namun, pada akhir-akhir ini, untuk menspesifikasikan program untuk mahasiswa dari latar belakang keluarga yang berpenghasilan rendah, fakultas menerima mahasiswa magang langsung dari ketua program studi. Mahasiswa yang magang di Second Chance memiliki berbagai tugas dan tanggung jawab sebagai pengelola toko. Mereka menjadi penjaga toko dari pukul 09:00 sampai 16:00 dan penjadwalan disesuaikan dengan bimbingan dan pekerjaan tesis, serta kesepakatan antara dua mahasiswa yang magang. Mereka pun melakukan berbagai pencatatan, seperti setiap transaksi yang masuk dan barang-barang yang dititipkan untuk dijual. Selain itu, mereka mengurus konten di Instagram Second Chance. Namun, menurut Bu Ferli, yang paling penting adalah para mahasiswa yang magang “menjaga kerapihan toko Second Chance agar pengunjung bisa datang dengan nyaman.” Selama mahasiswa magang, mereka pun dapat keuntungan pengalaman sekaligus keuntungan finansial. Mereka mendapatkan uang saku untuk kebutuhan sehari-hari dan juga pemotongan UKT sebesar Rp500.000,00. Selain mahasiswa yang magang, keuntungan pun dapat dirasakan oleh para dosen dan mahasiswa lain karena mereka dapat menyumbang atau menitip jual barang-barang mereka. Sampai sekarang, jumlah orang yang mendonasi barang adalah 20 dan yang menitip jual adalah 119.  Jika dibandingkan dari tahun lalu, Bu Ferli mengatakan bahwa di awal-awal, Second Chance mendapatkan lebih banyak donatur dan penjual, tetapi, karena hype yang sudah mulai pudar, pembeli sudah mengurang. Ia merasa masalahnya terdapat dari posisi letak toko Second Chance yang kurang strategis. Karena itu, semester ini, FIB telah memutuskan untuk memindahkan posisi Second Chance dari belakang gedung PSBJ ke gedung B agar dapat terlihat oleh lebih banyak orang.  Bu Ferli berharap bahwa setelah pemindahan Second Chance, “dapat lebih banyak penjualan supaya keuntungannya juga bisa meningkat dan kalau peningkatan meningkat dan omzet lebih banyak, jadi makin banyak mahasiswa yang bisa kebantu.” Red. Jauza Maryam Mumtazah

Berita, SDG 2025

INSPIRASA FIB: Affordable Eats and Home-Cooked Meals to Support Student Well-Being

Jatinangor, August 27th 2025 — A healthy and supportive campus begins with simple yet meaningful choices—like ensuring students have access to nutritious, affordable meals throughout their busy days. To create a healthier environment for students, the Faculty of Cultural Sciences at Universitas Padjadjaran has introduced ‘Inspirasa’, a canteen offering homemade organic meals. Inspirasa is the FIB Unpad canteen managed by Dharma Wanita, an organization of civil servants’ wives dedicated to improving family welfare through educational, economic and socio-cultural initiatives. With support from Dharma Wanita, Inspirasa aims to meet students’ and staff’s nutritional needs, helping them stay energized and productive throughout the day. Conveniently located next to the security post and the classroom building, Inspirasa is easily accessible to all students. With a variety of food and affordable prices, the Inspirasa canteen has become a new favourite spot for FIB students. Inspirasa received positive feedback from one of the students at FIB Unpad, Lusiana Dewi Saefudin. Lusiana said she was delighted with the arrival of Inspirasa as one of the canteens at FIB Unpad. “The food and drinks are delicious and reasonably priced. What I like most is the service. The lady who runs the canteen is very friendly to me and my friends,” said Lusiana. Inspirasa is more than a canteen; it reflects FIB UNPAD’s commitment to supporting students’ well-being and fostering a campus community where no one is left behind. Red. Dilla Maharani PutriFakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran

Berita, SDG 2025

Inovasi Mahasiswa FIB Unpad Atasi Gizi Buruk dan Kemiskinan di Desa Citengah Lewat Pangan Lokal

JATINANGOR, 26 Juli  2025  – Program Pengabdian pada Masyarakat (PPM) dan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran di Desa Citengah, Kabupaten Sumedang, melahirkan inovasi untuk mengatasi masalah gizi buruk dan kemiskinan. Melalui kegiatan berjudul “Pengembangan Produk Pangan Lokal Berbasis Kacang Koro Pedang Melalui Literasi Anak”, tim pelaksana berupaya memberdayakan masyarakat dengan memanfaatkan potensi kacang koro pedang yang melimpah. Pangan lokal seperti kacang koro pedang memiliki nilai gizi yang tinggi, tapi belum banyak dikenal masyarakat. Oleh karena itu, tim PPM dan mahasiswa KKNM mengintegrasikan upaya pengembangan pangan dengan edukasi gizi dan literasi bagi anak-anak dan ibu rumah tangga. Melalui pelatihan dan praktik langsung, ibu-ibu rumah tangga di Desa Citengah diajarkan mengolah kacang koro pedang menjadi produk pangan bernilai tambah seperti nugget dan kue kering. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali kreativitas ibu-ibu dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai jual. Dengan berpartisipasi aktif dalam produksi makanan bernutrisi tinggi dari kacang koro pedang, mereka diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan keluarga dan kesejahteraan secara signifikan.  Kegiatan yang digagas oleh Dr. Dewi Ratnasari, M. Hum. Kamelia Gantrisia, M.Hum. serta Genita Cansrina, M.A. dari Fakultas Ilmu Budaya ini berkolaborasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A), serta Generasi Berencana (Genre) Indonesia Kabupaten Sumedang. Dengan melibatkan berbagai pihak, program ini diharapkan dapat memberikan dampak nyata dalam hal edukasi dan pemberdayaan masyarakat, menciptakan solusi konkret untuk masalah gizi buruk dan kemiskinan.

Berita, SDG 2025

Tiga Startup di Lingkungan Kampus Fakultas Ilmu Budaya

JATINANGOR, 15 Juli 2025 – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Padjadjaran kini memiliki tiga startup yang berada di lingkungan kampus. Tiga start up tersebut di antaranya coffee shop bernama Poeta, kantin Inspirasa, dan sebuah toko barang bekas bernama Second Chance.  Poeta didirikan pada 1 November 2024 saat Dies Natalis FIB Unpad. Coffee shop yang terletak di lantai 1 Gedung Dekanat ini memiliki staf magang yang berasal dari mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya. Lekat dengan kesusastraan, nama minuman diambil dari nama-nama sastrawan dunia. Seperti Lakoff choco, Americano Gorky, dan lain sebagainya. Baru didirikan tahun ini, Inspirasa adalah kantin baru FIB Unpad yang dikelola oleh Dharma Wanita, sebuah organisasi istri pegawai negeri sipil yang berdedikasi untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga melalui inisiatif pendidikan, ekonomi, dan sosial budaya. Dengan dukungan Dharma Wanita, Inspirasa bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi mahasiswa dan staf, membantu mereka tetap berenergi dan produktif sepanjang hari. FIB juga memiliki Second Chance, sebuah toko barang bekas. Toko ini dimulai dari imbauan Prof. Aquarini Priyatna, Dekan Fakultas Ilmu Budaya, pada tahun 2023. Toko ini bertujuan sebagai penjualan baju-baju dan barang-barang yang bagus dengan harga murah melalui sumbangan barang-barang yang masih layak dan sudah tidak dipakai. Namun, lebih penting lagi, toko ini membuka program magang untuk mahasiswa. Para mahasiswa yang magang diberikan keuntungan finansial dari uang suka dan peringanan UKT. Manajer Operasional, Bu Ferli Hasanah mengatakan, “Program magang ini membantu jika ada yang kesulitan urusan UKT atau yang beasiswa telat, seperti yang mendapat beasiswa KIP tetapi dananya masih belum turun.”  Red. Lusiana Dewi dan Jauza Maryam Mumtazah

Scroll to Top