Departemen Linguistik FIB Unpad Kupas Kontribusi Ilmiah Penginjil-Leksikografer Bersama Dr. Suryadi dari Leiden University

Pada Selasa, 23 Juni 2026, Departemen Linguistik beserta Program Studi S1 Sastra Sunda Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad) sukses menyelenggarakan kuliah umum (general lecture). Kegiatan yang berlangsung di Aula PSBJ FIB Unpad ini menghadirkan Dr. Suryadi, seorang pakar dan akademisi dari Leiden University, Belanda, sebagai pembicara utama. Jalannya diskusi akademis ini dipandu oleh Prof. Dr. Susi Yuliawati, M.Hum., yang bertindak sebagai moderator.

Dalam kuliah umum ini, Dr. Suryadi menyampaikan materi yang sangat menarik bertajuk “God’s envoys as the harvesters of words: Evangelists-Lexicographers in colonial and post-Independent Indonesia“. Pemaparan tersebut mengeksplorasi peran penting para penginjil Eropa dalam merintis dan memperluas tradisi penulisan kamus bahasa daerah di Indonesia, dengan rentang waktu yang mencakup era kolonial hingga masa kemerdekaan.

Secara akademis, praktik penulisan kamus yang telah dilakukan oleh para penginjil Eropa sejak abad ke-19 ini merupakan bagian krusial dari sejarah studi bahasa daerah di Indonesia. Sejumlah penginjil Eropa pada masa kolonial telah meletakkan dasar-dasar bagi tradisi penulisan kamus yang kemudian mempengaruhi para sarjana lokal di masa-masa sesudahnya.

Menariknya, di luar aspek kebahasaan, para penginjil tersebut juga mempelajari berbagai aspek budaya serta lingkungan masyarakat pribumi di tempat mereka ditugaskan oleh organisasi zending (misi penginjilan) yang mengirim mereka ke Nusantara. Kuliah umum ini tidak menitikberatkan pada aspek teologis dari misi misionaris Eropa di Indonesia. Sebaliknya, pembahasan ini berupaya mengungkap kontribusi ilmiah (scholarly contribution) dari misi penginjilan Eropa dalam mempelajari bahasa-bahasa daerah di Indonesia, khususnya yang berkaitan erat dengan penyusunan kamus.

Kegiatan akademis ini dibuka untuk umum dan menuai antusiasme yang tinggi. Acara ini dihadiri oleh para dosen serta mahasiswa dari berbagai jenjang studi, mulai dari tingkat sarjana (S1), magister (S2), hingga doktoral (S3), yang ikut serta dalam sesi diskusi pasca-pemaparan materi.

Melalui pelaksanaan kuliah umum ini, FIB Unpad terus membuktikan komitmennya dalam mendorong pertukaran akademik internasional sekaligus memperluas cakrawala sejarah kebahasaan bagi komunitas akademisnya, khususnya di lingkungan Departemen Linguistik dan Sastra Sunda. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman tentang SDGs 16 tentang kedamaian, keadilan, dan kelembagaan yang tangguh.

Penulis:
Ashila Fatiyya Suratno /24/06/2026

Scroll to Top