Rektor Tandatangani Kerja Sama dengan Guangxi University for Nationalities dan Xiangsihu College

[Unpad.ac.id, 1/5/2017] Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad menandatangani Nota Kesepahaman dengan dua universitas di Tiongkok, yaitu Guangxi University for Nationalities (GXUN) serta Xiangsihu College of Guangxi University for Nationalities. Penandatanganan dilakukan saat Rektor melakukan kunjungan dinas ke Nanning, Guangxi, Tiongkok, 26-28 April lalu.

Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad, saat melakukan kunjungan dinas ke Tiongkok, 26-28 April lalu.*

Kunjungan Rektor ke Nanning ini merupakan undangan penuh dari pihak Xiangsihu College University dalam rangka menghadiri peringatan ulang tahun kampus mereka yang ke-15 tahun. Selain menandatangani MoU, kunjungan ini juga sekaligus merupakan kunjungan balasan setelah sebelumnya Presiden Xiangsihu College, Prof. Nong Kezhong berkunjung ke Unpad pada 23 Desember 2016 lalu.

Nanning Guangxi yang dikenal sebagai Green City (Kota Hijau) terletak di wilayah Selatan China yang berbatasan langsung dengan Vietnam, sehingga diposisikan juga sebagai gerbang utama China menuju Asia Tenggara. Provinsi Guangxi merupakan wilayah otonom dengan penduduk sekitar 6,9 juta jiwa dan menjadi wilayah penting bagi China di masa datang. Saat ini Guangxi tengah berbenah di berbagai sektor termasuk dalam bidang riset, pendidikan dan teknologi.

Pendandatanganan pertama dilakukan Rektor dengan Presiden Guangxi University for Nationalities, Xie Shangguo, Kamis (26/04) lalu. Presiden GXUN menyatakan apresiasi yang tinggi atas kerja sama yang dijalin dengan Univeritas Padjadjaran. Shangguo mengatakan sebagai universitas yang memiliki kekuatan utama pada kajian-kajian Asia Tenggara, kolaborasi dengan Universitas Padjadjaran ini akan semakin memperkaya berbagai kajian Indonesia yang telah ada sebelumnya.

Guangxi University for Nationalities yang telah berusia 65 tahun ini memiliki lima fakultas yang mengajarkan bahasa Indonesia. Baik di Program Studi Bahasa Indonesia sendiri, maupun di program studi lain yang menjadikan bahasa Indonesia sebagai bahasa wajib kedua yang harus dikuasai.

Dalam kunjungan ini Rektor juga menyampaikan bahwa kerja sama bahasa dan budaya merupakan bidang yang penting karena menjadi pintu untuk memasuki bidang-bidang ilmu lainnya. Mempelajari bahasa dan budaya harus dalam kerangka konteks tertentu sehingga dapat lebih aplikatif.

Selain itu, menurut Rektor dalam kerja sama kedua belah pihak penting untuk melibatkan pemerintah dan dunia bisnis sehingga Perguruan Tinggi dapat menjadi mediator bagi inovasi dan pembangunan. Di Guanxi University, Rektor mengenalkan Jawa Barat dan Bandung sebagai market penting di Indonesia yang bisa dikembangkan untuk kerjasama antar negara yang saling menguntungkan.

Fokus utama yang akan segera dilaksanakan berdasarkan hasil MoU ini adalah dikirimnya dua orang dosen bahasa Mandarin dari GXUN yang akan membantu mengajar di Program Studi bahasa dan budaya Mandarin di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran. Selain itu adalah pengiriman mahasiswa dari GXUN untuk belajar di Unpad, penelitian, publikasi bersama, dan pertukaran dosen yang akan studi lanjut. Kerja sama ini akan bergerak bukan hanya pada bidang bahasa dan budaya, tetapi juga bidang kajian Asia Tenggara, ekonomi, hukum, biologi, dan perikanan/kelautan.

Agar realisasi dari kerja sama yang telah ditandatangani tersebut dapat berjalan dengan cepat, maka pada bulan Mei pihak GXUN akan mengirimkan tiga orang utusannya ke Universitas Padjadjaran untuk membahas tindak lanjut implementasi kerja sama. Selanjutnya Presiden Guangxi University for Nationalities juga akan melakukan kunjungan balasan ke Universitas Padjadjaran pada November 2017.

Penandatangan MoU selanjutnya dilakukan antara Rektor dan President Xiangsihu College, Prof. Dr. Nong Kezhong, Jumat (28/04). Xiangsihu College sendiri merupakan bagian dari GXUN namun dalam pengelolaan manajemen universitas yang mandiri. Xiangsihu College lebih fokus pada pendidikan vokasional.

Rektor mengungkapkan beliau sangat menghargai upaya internalisasi melalui pendekatan kerja sama yang dijalankan Xiangsihu College. Menurutnya, ia sangat menghormati sikap dan nilai-nilai yang dibangun Xiangsihu College dalam menjaga budaya di tengah-tengah gencarnya globalisasi.

Fokus utama kerja sama dengan Xiangsihu college ini adalah pada bidang teknologi informasi, pariwisata dan warisan budaya (heritage). Kedua pihak bersepakat untuk mengharmonikan kemajuan teknologi untuk melindungi keragaman budaya tradisional. Prof Tri menyatakan pentingnya keterlibatan pemerintah dan dunia usaha dalam mendukung kerja sama kedua belah pihak sehingga dunia usaha lebih mudah memperoleh apa yang mereka butuhkan, khususnya SDM yang profesional dan siap menghadapi tantangan globalisasi.
Dalam tahap pertama kerja sama ini akan direalisasikan pengiriman mahasiswa dari China untuk belajar di Indonesia. Selain itu kedua universitas ini akan saling membantu memfasilitasi kebutuhan media ajar bagi mahasiswa bahasa Indonesia di Xiangsihu College University dan mahasiswa bahasa dan budaya Tiongkok di Fakultas Ilmu Budaya Unpad.

Dalam kunjungan dinas ini, Rektor didampingi oleh Direktur Tata Kelola, Komunikasi Publik / Kepala Kantor Internasional Unpad Ade Kadarisman,S.Sos.,MT.,M.Sc dan Staf Pengajar dari Program Studi Sastra Indonesia Unpad, Nani Darmayanti, Ph.D.
Selama di Nanning Guangxi Rektor juga diajak oleh Presiden kedua universitas untuk meninjau museum sejarah perkembangan Guangxi University for Nationalities dan kawasan wisata alam yang dijadikan wahana praktik kerja bagi mahasiswa vokasional dari berbagai program studi di Xiangsihu College University. Rektor juga sempat berinteraksi langsung dengan mahasiswa China yang belajar di prodi bahasa Indonesia di kedua universitas serta bertemu dengan para mahasiswa Indonesia yang tengah menempuh studi lanjut di Guangxi, China.

Dengan semangat “Menjaga harmoni, tetapi tetap menghormati perbedaan”, Unpad dan Guangxi University for Nationalities serta Xiangsihu College sama-sama berkomitmen agar kerja sama yang telah disepakati dapat semakin meningkatkan kesepahaman, kolaborasi, dan hubungan kedua universitas khususnya dan Indonesia-China pada umumnya.*

Rilis/am