FIB UNPAD MENGGAGAS PROGRAM PELESTARIAN DAN PENGEMBANGAN TARI CIKERUHAN.

Kamis, 26 Desember 2019, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran melalui Kantor Riset, PPM, Inovasi, dan Kerja Sama melakukan FGD dalam rangka revitalisasi seni tradisi tari Cikeruhan. Tujuan penyelenggaraan FGD untuk merumuskan konsep revitalisasi tari Cikeruhan sebagai identitas Jatinangor serta menyusun agenda pertunjukan seni budaya Jatinangor tahun 2020. Revitalisasi tari Cikeruhan dilakukan dalam rangka penguatan program Sumedang sebagai Kabupaten Wisata, di antaranya wisata budaya. Untuk mewujudkan Kabupaten Sumedang sebagai Kabupaten Wisata, maka semua instrumen yang ada di wilayah Sumedang, harus dapat bersinergi untuk bersama-sama mendorong seluruh program kepariwisataan, di antaranya dengan Perguruan Tinggi, yaitu Universitas Padjadjaran. Dekan Fakultas Ilmu Budaya Unpad, Yuyu Yohana Risagarniwa, M.Ed., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa; “FIB Unpad berkomitmen untuk melestarikan dan mengembangkan tari Cikeruhan, selanjutnya akan mengagendakan program pelestarian dan pengembangan tari Cikeruhan melalui kolaborasi antara SDM FIB Unpad dengan pemerintah dan masyatakat Jatinangor”. Manajer Riset, PPM, Inovasi, dan Kerja Sama FIB Unpad mengungkapkan bahwa FGD yang diselenggarakan di FIB Unpad merupkan aktualisasi dan kepedulian akademisi dalam menjalankan amanat Undang-Undang No. 5 Tahun 2017, tentang Pemajuan Kebudayaan dalam rangka melindungi, memanfaatkan, dan mengembangkan kebudayaan, khususnya seni tari Cikeruhan.

Dari Pemeritahan Kecamatan Jatinangor hadir Eddih Muliadi selaku Kasi Pelayanan Umum Kecamatan Jatinangor. Selain itu, hadir pula Ketua Paguyuban Seni Budaya Kecamatan Jatinangor, Satya Santana dan sejumlah anggota paguyuban.