Diskusi “Teater dan Pendidikan”

Rabu, 3 Mei 2017. Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. Program Studi Sastra Jerman Fakultas Ilmu Budaya Unpad menyelenggaran  Diskusi “Teater dan Pendidikan dengan menghadirkan narasumber Wawan Sofwan seorang pegiat teater dari Mainteater Bandung, Ratu Tika Bravani seorang aktris & pemain teater dan Ari Jogaiswara Adipurwawidjana Dosen Prodi Sastra Inggris FIB Unpad yang juga seorang penggiat kritikus sastra dan teater.  Acara berlangsung di aula gedung B dihadapan mahasiswa Sastra Jerman yang mengambil mata kuliah Literaturwissenschaft dan dosen FIB Unpad. Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Dr. Mumuh Muhsin Z., M.Hum. Acara ini terselenggara atas kerja sama Prodi Sastra Jerman FIB Unpad didukung oleh DAAD dengan Himpunan Mahasiswa Sastra Jerman Unpad.

 

Diskusi ini membahas tentang pentingnya teater dalam pendidikan terutama dalam melatih kemampuan membaca, dan berpikir kritis melalui proses mengalami, olah rasa, olah pikir, dan olah raga yang kesemuanya terangkum dalam proses berteater, sehingga tercapai tujuan pendidikan yang memanusiakan manusia. “Konsep dasar pendidikan adalah olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga. Dan tujuan hakiki dari pendidikan adalah memanusiakan manusia. Teater merangkum dan menjiwakan itu semua” ungkap Dr. Phil. Dian Ekawati sebagai moderator pada acara tersebut.

 

Pada hari sebelumnya (Selasa, 2 Mei 2017) Program Studi Sastra Jerman Fakultas Ilmu Budaya Unpad juga menyelenggaran Pementasan Monolog dalam rangka menyambut Hari Pendidikan Nasional. Pementasan Monolog dengan tema “Guru Adalah Pembunuh ‘Klamm’s Kreig’” (Karya: Kay Hensel, diterjamahakan oleh Dian Ekawati) Berkisah tentang seorang guru bahasa Jerman yang merasa frustasi dengan system pendidikan, institusinya, dan kecewa dengan kualitas murid-muridnya. Pementasan Monolog diperagakan oleh Wawan Sofwan dari Mainteater Bandung. Acara berlangsung di Aula Gedung B dihadapan mahasiswa dan dosen FIB Unpad. Kegiatan ini juga menjadi bagian yang penting bagi mahasiswa yang mengambil mata kuliah Literaturwissenschaft.

“10 tahun lagi tidak akan ada lagi universitas. Dunia akan dikendalikan oleh anak kecil dari balik komputernya”. Theater in der Klasse, Monolog “Guru adalah Pembunuh” saat monolog berlangsung beberapa mahasiswa sempat “dikerjain”  Wawan ..