Disiplin Beribadah, Kunci Kesuksesan Yusup Mulyana

Laporan oleh Muhammad Dzulfikri Firdaus

Yusup Mulyana, wisudawan dari program studi Sastra Arab berfoto bersama kedua orang tuanya, Yayat dan Ucih, usai mengikuti wisuda pada Wisuda Lulusan Gelombang II Tahun Akademik 2019/2020 Universitas Padjadjaran, Selasa (4/2). (Foto: Arif Maulana)*

[unpad.ac.id, 4/2/2020] Yusup Mulyana, menjadi salah satu wisudawan pada Wisuda Lulusan Gelombang II Tahun Akademik 2019/2020 Universitas Padjadjaran, Selasa (4/2). Mahasiswa penerima Bidikmisi ini berhasil menyelesaikan studi di Sastra Arab Unpad selama 3,5 tahun.

Ia dinyatakan lulus dengan IPK 3.52 pada 7 Januari 2020 lalu setelah tugas akhir skripsi berjudul “Estetika Interior Masjid Agung Kota Cimahi dengan Kajian Semiotika”.

Kesuksesan Yusup menempuh studi di Unpad bukan tanpa kendala. Selepas lulus SMA, kedua orangtuanya sempat tidak menyetujui keinginan Yusup untuk melanjutkan studi ke perguruan tinggi lantaran keterbatasan biaya. Sehari-hari, ayah Yusup berprofesi sebagai pengayuh becak, sedangkan ibunya sebagai ibu rumah tangga biasa.

Namun, ia tak menyerah begitu saja. Pemuda asal Desa Banjarsari, Ciamis ini kemudian banyak berkonsultasi dengan gurunya. Ia pun mencoba mendaftar program bantuan Bidikmisi dan membulatkan tekad memilih prodi Sastra Arab Unpad.

“Akhirnya diterima melalui jalur SNMPTN sekaligus dinyatakan berhak memperoleh beasiswa Bidikmisi,” ujar Yusup.

Semasa aktif sebagai mahasiswa, pria kelahiran Ciamis 22 Februari 1998 ini banyak mengabdikan diri melayani umat sebagai takmir di masjid Al-Mushlih FIB Unpad hingga Masjid Raya Unpad, Yusup juga aktif berorganisasi di Himpunan Mahasiswa Sastra Arab Unpad dan Ikatan Mahasiswa Studi Arab se-Indonesia (Imasasi).

Yusup mengatakan, selama kuliah, selain belajar untuk menuntaskan kewajiban akademiknya, ia juga menjadi pengajar baca tulis Al-Quran di Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Unpad hingga DKM Masjid Al-Jabbar ITB Jatinangor.

Dalam membagi waktu antara belajar, berorganisasi, sekaligus mengabdikan diri kepada masyarakat, Yusup mengaku tidak menemui kesulitan berarti. Menurutnya, kunci untuk mengatur waktu di antaranya adalah disiplin menjalankan salat tepat waktu, dan mengisi waktu kosong antar jadwal sholat wajib itu dengan belajar, baik membaca atau mendengarkan kajian.

“Dengan menjaga ibadah, Allah juga akan menjaga kelancaran segala urusan kita.” ujarnya.

Masa setengah tahun terakhir masa studinya, Yusup memutuskan untuk tinggal di Masjid Raya Unpad.  Selama tinggal di Masjid Raya Unpad sejak bulan Juli tahun lalu, ia merasakan banyak manfaat yang diperoleh selain giat beribadah mendekatkan diri pada Tuhan. Ia mengabdikan diri menjadi takmir, sekaligus melakukan banyak kegiatan sosial bersama organisasi KMMK Syamil Unpad.

Tidak berhenti setelah memperoleh gelar sarjana, Yusup bertekad untuk terus melanjutkan pendidikannya. Saat ini, ia tengah merencanakan untuk meneruskan pendidikan Magister melalui beasiswa PMDSU Unpad.

Di keluarganya, Yusup menjadi anak pertama yang berhasil meraih gelar sarjana. Ia berharap keberhasilan tidak menjadikannya jumawa. “Semoga keberhasilan ini mampu menjadi penyemangat dirinya untuk terus mengabdikan diri pada masyarakat, dan memotivasi untuk terus belajar meraih cita-cita,” pungkasnya.(am)*