“Unpad-Go Literate Trip 2019 Ekspedisi Koridor Jabar Selatan”

[unpad.ac.id, 8/3/2019] Universitas Padjadjaran akan menyerahkan 20.000 buku pelajaran ke empat daerah di wilayah Jawa Barat bagian selatan. Penyerahan buku ini merupakan program “Unpad-Go Literate Trip 2019 Ekspedisi Koridor Jabar Selatan” yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya Unpad.

Ketua pelaksana Suci Rahayu Safitri mengatakan, program hibah buku ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan susur Jabar selatan yang digelar BEM Kema Fapet Unpad setiap tahunnya. Sebanyak 20.226 eksemplar buku akan dihibahkan kepada sekolah dan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Cipatujah di Kab. Tasik, Karangwangi di Kab. Garut, Cidaun di Kab. Cianjur, dan Ciemas di Kab. Sukabumi.

Keseluruhan buku dalam program ini merupakan hibah dari penerbit CV Arya Duta. Kategori buku yang dihibahkan terdiri dari buku pelajaran sekolah dasar dan menengah, serta buku untuk anak-anak PAUD. Suci mengatakan, setiap kabupaten mendapat 5.000 hingga 7.000 buku.

“Kami mendapatkan bantuan buku dari CV. Arya Duta itu berkat jaringan dari Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jawa Barat,” ujar Suci saat diwawancarai usai acara serah terima hibah buku yang digelar di Grha Kandaga Unpad, Jatinangor, Jumat (8/3).

Acara serah terima hibah buku ini diisi dengan penyerahan buku secara simbolis dari PPGI dan CV. Arya Duta kepada Unpad. Penyerahan dilakukan langsung oleh Direktur CV. Arya Duta Muhammad Taufik dan Ketua PPGI Jawa Barat Dedy Firmansyah kepada Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad, Direktur Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Unpad Dr. Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah, Dekan Fapet Unpad Prof. Dr. Husmy Yurmiati, dan Dekan FIB Unpad Yuyu Yohana Risagrniwa, PhD.

Dalam kesempatan itu Rektor menjelaskan, program hibah buku ini merupakan upaya Unpad untuk meningkatkan literasi masyarakat Jawa Barat, khususnya di wilayah selatan. Wilayah ini memiliki disparitas yang menonjol jika dibandingkan dengan wilayah utara Jabar.

“Satu sisi perkembangan teknologi literasi sudah luar biasa. Sementara bagian lain punya kemampuan akses literasinya masih belum baik,” kata Rektor.

Dorong Lebih Banyak

Secara khusus Rektor menyampaikan, program hibah buku semacam ini merupakan salah satu aplikasi dari kewirausahaan sosial (sociopreuneur). Diharapkan, akan banyak mahasiswa yang terlibat dalam program seperti ini.

“Mahasiswa (diharapkan) lebih banyak lagi yang terbangun sikap sociopreuneurship-nya. Di aspek literasi dan aspek lain lagi terutama membangun masyarakat desa,” kata Rektor.

Sebagai salah satu kekuatan di Jawa Barat, sektor desa memang harus dibangun dengan baik. Rektor mengatakan, peningkatan literasi desa sangat penting dilakukan. Jika dikaitkan dengan program satu desa satu perusahaan, maka perlu disiapkan sumber daya manusia yang kompeten.

“Jika human capital-nya tidak kuat, ilmunya tidak kuat, suatu saat mereka hanya akan jadi pekerja,” imbuh Rektor.

Rektor pun mengapresiasi program hibah buku yang diinisiasi mahasiswa ini. Ia berpesan agar mahasiswa dapat berkontribusi membangun kemampuan keilmuan di setiap wilayah yang dikunjungi.*

Laporan oleh Arief Maulana