Fakultas Ilmu Budaya Unpad tandatangani MoA kerja sama dengan Korean Institute for Education KIEC

Kamis, 21 Maret 2018.
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran (FIB Unpad) tandatangani MoA kerja sama dengan Korean Institute for Education (KIEC) and Culture dalam rangka mendukung pembukaan Program Studi baru jenjang Sarjana Terapan (D4) di FIB Unpad, yaitu Program Studi Bahasa dan Budaya Korea.

Penandatangan oleh Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D. selaku Dekan FIB Unpad didampingi Taufik Ampera M.Hum. Manajer Riset, PPM, Inovasi dan Kerjasama, dan oleh Musyarafah Machmud, M.A., Founder & Managing Director dari KIEC (Korean Institute Of Education and Culture) didampingi Mr. Shon June Young, Founder & Director dari KIEC. FGD.
Dalam kerja sama ini, KIEC akan memfasilitasi FIB Unpad untuk dapat bekerjasama dengan Perguruan Tinggi di Korea Selatan yang juga memilliki Program Studi Bahasa Korea. 
Kerja sama ini juga dimaksudkan untuk networking dengan perusahaan-perusahaan Korea Selatan dan juga Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Barat. 
Melalui kerja sama ini, FIB Unpad dan KIEC, harapannya dapat memenuhi kebutuhan users (perusahaan-perusahaan di Korea Selatan maupun di Indonesia) akan calon tenaga kerja yg mampu berbahasa Korea dan memiliki pengetahuan budaya baik budaya lokal maupun budaya Korea.(Sus.R/YHs)

Kuliah Umum dengan Pembicara Profesor Shinaz G Jindani, Guru Besar dari Savannah State University, Amerika Serikat.

Senin,18 Maret 2019. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran bekerjasama dengan Direktorat Riset Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Padjadjaran, menyelenggarakan Kuliah Umum dengan Pembicara Profesor Shinaz G Jindani, Guru Besar dari Savannah State University, Amerika Serikat. Adapun tema yang dipaparkan yaitu “Culture as an Enabler”. Acara ini dipandu oleh Dr. Rosaria Mita Amalia, M.Hum. (Kepala Kantor TSCDC Unpad) turut hadir dalam kegiatan, Dekan Fakultas Ilmu Budaya Yuyu Yohana Risgarniwa, Ph.D. sekaligus membuka acara secara resmi.


Dalam paparannya Prof. Shinaz menyampaikan bahwa perbedaan budaya bukan sebuah hambatan untuk menyampai suatu tujuan. Enabler dalam hal ini dapat diartikan sebagai media atau alat untuk mencapai tujuan tersebut. Pada harmonous society, pluralisme dan multikulturalisme dalam kebudayaan justru merupakan aset bagi suatu bangsa yang dapat memperkuat identitasnya. Intinya yaitu “Be on your own path, don’t change yourself, don’t change your identity, and be proud of it”, tegas Prof. Shinaz. (Sus.R/YHs)


Japanese-Language Proficiency Test (July 7, 2019)


Pusat Studi Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran bekerja sama dengan The Japan Foundation akan menyelenggarakan kembali Ujian Kemampuan Bahasa Jepang (Japanese-Language Proficiency Test) pada hari Minggu, 7 Juli 2019.
Pendaftaran dilakukan secara online mulai tanggal 13 s.d 26 Maret 2019 di https://jlptonline.or.id

“Unpad-Go Literate Trip 2019 Ekspedisi Koridor Jabar Selatan”

[unpad.ac.id, 8/3/2019] Universitas Padjadjaran akan menyerahkan 20.000 buku pelajaran ke empat daerah di wilayah Jawa Barat bagian selatan. Penyerahan buku ini merupakan program “Unpad-Go Literate Trip 2019 Ekspedisi Koridor Jabar Selatan” yang diinisiasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Peternakan bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Budaya Unpad.

Ketua pelaksana Suci Rahayu Safitri mengatakan, program hibah buku ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan susur Jabar selatan yang digelar BEM Kema Fapet Unpad setiap tahunnya. Sebanyak 20.226 eksemplar buku akan dihibahkan kepada sekolah dan lembaga pendidikan anak usia dini (PAUD) di Cipatujah di Kab. Tasik, Karangwangi di Kab. Garut, Cidaun di Kab. Cianjur, dan Ciemas di Kab. Sukabumi.

Keseluruhan buku dalam program ini merupakan hibah dari penerbit CV Arya Duta. Kategori buku yang dihibahkan terdiri dari buku pelajaran sekolah dasar dan menengah, serta buku untuk anak-anak PAUD. Suci mengatakan, setiap kabupaten mendapat 5.000 hingga 7.000 buku.

“Kami mendapatkan bantuan buku dari CV. Arya Duta itu berkat jaringan dari Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) Jawa Barat,” ujar Suci saat diwawancarai usai acara serah terima hibah buku yang digelar di Grha Kandaga Unpad, Jatinangor, Jumat (8/3).

Acara serah terima hibah buku ini diisi dengan penyerahan buku secara simbolis dari PPGI dan CV. Arya Duta kepada Unpad. Penyerahan dilakukan langsung oleh Direktur CV. Arya Duta Muhammad Taufik dan Ketua PPGI Jawa Barat Dedy Firmansyah kepada Rektor Unpad Prof. Tri Hanggono Achmad, Direktur Sumber Daya Akademik dan Perpustakaan Unpad Dr. Teuku Yan Waliana Muda Iskandarsyah, Dekan Fapet Unpad Prof. Dr. Husmy Yurmiati, dan Dekan FIB Unpad Yuyu Yohana Risagrniwa, PhD.

Dalam kesempatan itu Rektor menjelaskan, program hibah buku ini merupakan upaya Unpad untuk meningkatkan literasi masyarakat Jawa Barat, khususnya di wilayah selatan. Wilayah ini memiliki disparitas yang menonjol jika dibandingkan dengan wilayah utara Jabar.

“Satu sisi perkembangan teknologi literasi sudah luar biasa. Sementara bagian lain punya kemampuan akses literasinya masih belum baik,” kata Rektor.

Dorong Lebih Banyak

Secara khusus Rektor menyampaikan, program hibah buku semacam ini merupakan salah satu aplikasi dari kewirausahaan sosial (sociopreuneur). Diharapkan, akan banyak mahasiswa yang terlibat dalam program seperti ini.

“Mahasiswa (diharapkan) lebih banyak lagi yang terbangun sikap sociopreuneurship-nya. Di aspek literasi dan aspek lain lagi terutama membangun masyarakat desa,” kata Rektor.

Sebagai salah satu kekuatan di Jawa Barat, sektor desa memang harus dibangun dengan baik. Rektor mengatakan, peningkatan literasi desa sangat penting dilakukan. Jika dikaitkan dengan program satu desa satu perusahaan, maka perlu disiapkan sumber daya manusia yang kompeten.

“Jika human capital-nya tidak kuat, ilmunya tidak kuat, suatu saat mereka hanya akan jadi pekerja,” imbuh Rektor.

Rektor pun mengapresiasi program hibah buku yang diinisiasi mahasiswa ini. Ia berpesan agar mahasiswa dapat berkontribusi membangun kemampuan keilmuan di setiap wilayah yang dikunjungi.*

Laporan oleh Arief Maulana

SISWA PUSDIK PENGMILUM TNI AD belajar Bahasa Perancis dan Bahasa Rusia di FIB UNPAD

Rabu, 6 Maret 2019 Siswa Pelatihan Bahasa Prancis dan Bahasa Rusia dari Pusdik Pengmilum Kodiklat TNI AD yang diketuai oleh Letkol Caj (K) Novemi Naimah melakukan kunjungan dan perkuliahan di Fakuktas Ilmu Budaya Unpad. Sebelum melakukan perkuliahan dan diskusi dengan pengurus Hima, siswa pelatihan diterima oleh Dekan Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D. di Ruang Sidang Gedung Dekanat FIB Unpad.

Kegiatan ini merupakan implementasi dari Penandatanganan yang dilakukan oleh Komandan Pusdik Pengmilum Kodiklad TNI Angkatan Darat Cimahi, Kolonel Inf Agus Gunawan dan Dekan Fib Unpad Yuyu Yohana Risagarniwa, Ph.D. Kontrak Kerja Sama antara PUSDIK PENGMILUM TNI AD dengan FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS PADJADJARAN yang dilaksanakan pada tanggal 10 Januari 2019 yang lalu terkait dengan penyelenggaraan Pendidikan Bahasa Rusia dan Bahasa Perancis di Ruang Rapat Pusdik Pengmilum Kodiklad TNI Cimahi.