Supercamp 2017, Wujud Hadirnya Unpad di Muara Gembong

Supercamp 2017, Wujud Hadirnya Unpad di Muara Gembong
[unpad.ac.id, 14/08/2017] Sejumlah masyarakat di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, antusias mengikuti berbagai kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan Universitas Padjadjaran, Senin (14/08). Beragam kegiatan rangkaian Supercamp Unpad 2017 digelar sebagai wujud implementasi Tridharma Perguruan Tinggi.
Rangkaian kegiatan Supercamp Unpad 2017 digelar di 6 desa yang berada di Kecamatan Muara Gembong, yaitu Desa Pantai Bahagia, Desa Pantai Sederhana, Desa Pantai Mekar, Desa Pantai Harapan Jaya, Desa Jayasakti, dan Desa Pantai Bakti, dari Minggu (13/08) hingga Rabu (15/08). Di setiap desa, masyarakat terlibat dalam berbagai kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh dosen dan mahasiswa dari seluruh bidang keilmuan yang ada di Unpad.
Di Desa Pantai Bakti, misalnya, para dosen dan mahasiswa Fakultas Kedokteran melakukan penimbangan berat badan serta mengobservasi deteksi dini gangguan neurodevelopmental bagi bayi dan balita. Tidak hanya itu, para ibu dan anak pun juga diajak untuk memahami potensi bahaya dari penyakit autoimun “Lupus” dan sakit punggung pada anak melalui penyuluhan oleh tim FK Unpad.
Puskesmas Kecamatan Muara Gembong juga menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Supercamp. Di sana, tim menggelar kegiatan khitanan massal. Antusiasme warga terlihat dari banyaknya jumlah anak yang mendaftar untuk dikhitan.
Selain khitanan massal, aktivitas di puskesmas juga diisi dengan pemeriksaan ibu hamil dengan metode USG dan IVA test, serta pemeriksanaan kelainan Refraksi pada anak sekolah dasar bekerja sama dengan Rumah Sakit Mata Cicendo Bandung.
Tim Fakultas Kedokteran Gigi juga melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa pemeriksaan gigi dan tindakan di dua Sekolah Dasar di Desa Pantai Harapan Jaya. Kegiatan ini sukses diikuti sebanyak 574 peserta. Tim FKG sendiri menurunkan 110 staf yang terdiri atas pimpinan, dosen, mahasiswa, dan tenaga kependidikan.
Di luar bidang kesehatan, tim Supercamp dari Fakultas Teknik Geologi melakukan sosialisasi dan penyuluhan terkait pengelolaan sampah dan mitigasi bencana geologi. Penyuluhan ini digelar di Desa Bahagia dengan menyasar pada siswa Sekolah Dasar dan Siswa Sekolah Menengah Pertama.
Tidak hanya tim FTG, tim dari FMIPA Unpad juga ikut melakukan penyuluhan terkait kesehatan lingkungan dan batu mutu air, hingga pelatihan perangkat bergerak untuk penguatan program kesehatan dan lomba roket air bagi siswa.
Di Desa Pantai Mekar, masyarakat diajak untuk mengenal produk the celup hasil penelitian empat dosen Fakultas Farmasi Unpad. Teh celup tersebut dihasilkan dari daun dan buah pidada, sejenis tanaman mangrove yang banyak terdapat di Muara Gembong. Berdasarkan penelitian, daun dan buah pidada kaya akan antioksidan alami dan dapat mencegah penyakit degeneratif (kanker, jantung, stroke), hingga meningkatkan kekebalan tubuh.
Sebagai wilayah pesisir, Muara Gembong sangat rawan terjadi abrasi air laut. Untuk itu, sejumlah dosen dan mahasiswa secara simbolis menanam mangrove di Pantai Beting, kawasan Desa Pantai Bahagia. Program tersebut merupakan permulaan program penanaman 15.000 pohon mangrove di Pantai Beting hasil kerja sama Unpad, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Sebelumnya, tim Supercamp dari rumpun ilmu sosial telah melaksanakan berbagai kegiatan di Muara Gembong, Minggu (13/08). Di Desa Pantai Bahagia, civitas academica FISIP Unpad melakukan pemetaan potensi pengembangan wisata, kewirausahaan, hingga partisipasi masyarakat di tingkat pemerintahan. Pengembangan pariwisata ini juga didukung oleh tim Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad dengan melakukan pelatihan pembuatan alat-alat promosi terkait pariwisata.
Sementara tim FIB juga melakukan observasi terhadap dampak dan pola adaptasi masyarakat Desa Pantai Bahagia akan peristiwa Banjir Rob. Tidak hanya itu, tim FIB juga mengenalkan berbagai jenis bahasa dan budaya asing kepada para siswa SD.
Siti (26), warga Desa Pantai Mekar mengaku senang dengan kegiatan Supercamp Unpad. Berbagai aktivitas riset dan pengabdian kepada masyarakat tersebut sangat membantu masyarakat, terutama dalam pemenuhan layanan masyarakat.
Hal senada juga diungkapkan Camat Muara Gembong. Fahrurrozi. Kegiatan riset dan pengabdian kepada masyarakat di Muara Gembong diharapkan dapat meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat, khususnya pada aksesibilitas layanan kesehatan dan peningkatan potensi pariwisata.
Pada tatanan kesehatan, meskipun memiliki tiga puskesmas pembantu, sampat saat ini tidak ada dokter yang bertugas di Muara Gembong. Jauhnya jarak antar desa dengan beberapa kondisi jalan yang buruk juga menjadi keterbatasan masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan.


Rektor Universitas Padjadjaran Prof. Tri Hanggono Achmad, mengatakan, kegiatan Supercamp merupakan upaya Unpad untuk dapat hadir di tengah masyarakat dan memberikan kontribusi lebih baik bagi pembangunan. “Pengembangan akademik akan semakin kuat kalau kita bisa memberikan kontribusi secara langsung,” ujarnya.
Kegiatan ini juga secara langsung melihat berbagai permasalahan nyata yang ada di masyarakat. Sebagai insan akademik, menyelesaikan berbagai permasalahan masyarakat tidak bisa dilakukan hanya berdasarkan kajian belaka. Butuh terjun langsung ke tengah masyarakat, agar solusi yang dihasilkan dapat benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
Diakui Rektor, wilayah Muara Gembong merupakan wilayah yang berat. Wilayah paling utara Jawa Barat ini memiliki banyak keterbatasan, terutama di bidang infrastruktur dan pengembangan sumber daya manusia. “Ini mendorong semangat kami untuk bisa berkontribusi lebih kuat,” ujar Rektor.
Aktivitas Unpad di Muara Gembong juga diharapkan dapat terus berlanjut. Sebagai salah satu upaya keberlanjutan akan dibangun fasilitas Bumi Walagri Padjadjaran di Muara Gembong. Fasilitas ini akan menjadi wahana Unpad dalam meningkatkan aktivitas riset dan pengabdian kepada masyarakat di Muara Gembong.
Supercamp merupakan kegiatan tahunan Unpad yang telah digelar 6 kali. Berbeda dengan lima lokasi sebelumnya yang dilaksanakan di wilayah Jabar selatan, kali ini Supercamp menyasar wilayah Pantai Utara Jabar. Usai Muara Gembong, kegiatan Supercamp selanjutnya direncanakan akan menyusuri Karawang, Subang, hingga Indramayu.
Kegiatan ini resmi ditutup dengan penandatanganan prasasti penanaman 15.000 pohon mangrove oleh Rektor dan Wakil Bupati BekasiEko Supria Atmaja di halaman Kecamatan Muara Gembong, Selasa (15/08). Selain melakukan penandatanganan, Unpad juga menyerahkan satu unit mesin perontok padi hasil pengembangan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad. Penutupan Supercamp Unpad ini bertepatan dengan hari jadi ke-67 Kabupaten Bekasi.*
Laporan oleh Arief Maulana